Agar Daging Ternak Terinfeksi PMK Aman Dikonsumsi, Ini Tipsnya

Kota Bandung, Brilianews.com – Perlakuan dan keamanan produk pangan dari hewan ternak yang terinfeksi PMK, harus dilakukan dengan beberapa tahapan apabila ingin dijadikan stok daging nasional.

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) Roostita L. Balia
menegaskan, daging yang terinfeksi virus PMK harus dimasak secara matang sebelum dikonsumsi.

“Walaupun aman dikonsumsi, daging yang berasal dari sapi yang sakit, sudah mengalami proses degenerasi hialin atau kerusakan zat,” tegas Roostita baru-baru ini.

Roostita memberi tips penanganan daging dan jeroan yang dibeli dari pasar tradisional, agar aman dikonsumsi.

Baca Juga  Sosialisasi Perda Pemberdayaan Perempuan, Legislator Jabar ini Targetkan Aktivis Perempuan

Pertama, daging jangan dicuci jika tidak langsung diolah.

Sebelum dimasak, daging direbus terlebih dahulu selama 30 menit, dengan menggunakan air panas.

Sebelum daging dibekukan dalam mesin pendingin (freezer), sebaiknya direbus dulu sebelum 24 jam berlalu.

Apabila membeli jeroan ujar dia, pilih jeroan yang sudah direbus, namun apabila mendapatkan jeroan mentah sebaiknya direbus selama 30 menit.

Roostita juga menyarankan untuk mengolah daging hewan yang terjangkit PMK, menjadi produk olahan seperti bakso dan sosis.

“Pada daerah yang diisolasi karena wabah PMK dan produk dagingnya melimpah, supaya daging itu bisa dijual keluar dari daerahnya, harus dibuat produk-produk daging olahan rumahan seperti bakso, sosis, nugget, dengdeng dan abon,” kata Roostita, dikutip dari Antara.

Baca Juga  Ridwan Kamil Optimistis Target Realisasi Investasi Jabar 2023 Tembus Rp200 Triliun

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, kondisi (PMK) kini jauh lebih baik, karena sudah ada anggaran untuk subsidi obatnya.

“Sudah lebih terkendali, dan sekarang kondisi (PMK) sudah jauh lebih baik karena kita ada anggaran untuk subsidi obatnya, kemudian menyediakan vaksinasi juga bagi yang sehat,” ucapnya. (Afr)