Kota Bandung, Brilianews.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional Suharyanto, memimpin rapat monitoring dan evaluasi terkait progress penanganan PMK di Jawa Barat di Bandung belum lama ini.
Suharyanto menekankan strategi penanganan PMK, khususnya pengobatan dan vaksinasi, harus diperkuat untuk penyembuhan serta perlindungan hewan ternak.
Pemotongan bersyarat menjadi strategi terakhir pengendalian PMK, guna menjaga kestabilan ekonomi peternak Jawa Barat.
Ia mengemukakan Jawa Barat dikenal sebagai lumbung ternak nasional dan kaya dengan keragaman hewan ternaknya, sehingga menjadi sumber penopang ekonomi masyarakat.
Karena itu ia berharap Jabar fokus pada pengobatan dan vaksinasi, untuk memperkuat kembali kestabilan perekonomian masyarakat.
“Pengobatan hewan ternak dapat dilakukan sesuai rekomendasi dokter hewan maupun secara mandiri dengan pengobatan tradisional,” katanya.
Suharyanto menyebutkan ada beberapa pengobatan tradisional di Jawa Barat, seperti pengobatan mulut menggunakan campuran citrun makanan, molase dan air, kemudian pengobatan kuku dengan mencampurkan cuka dengan air serta perawatan pasca pengobatan dengan meracik makanan dari singkong parut dan molase yang dilarutkan sehingga mudah dikonsumsi oleh hewan ternak.
“Beberapa daerah di Jawa Barat juga dapat menggunakan pengobatan tradisional ini untuk percepatan penyembuhan hewan ternak,” ujarnya.
Suharyanto menjelaskan potong bersyarat menjadi strategi terakhir dalam penanganan PMK di Jawa Barat. Jika dilakukan potong bersyarat lebih dulu, kompensasi bantuan yang diberikan tidak sebesar dari nilai harga hewan ternak itu sendiri.
“Populasi hewan ternak juga akan menurun dan untuk meningkatkan kembali jumlah populasi membutuhkan waktu yang lama dan tidak mudah,” pungkasnya. (Ads)






