banner 970x250

Pemkot Bandung Kirim Ambulans Bantu Korban Gempa Cianjur

Bandung, Brilianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerjunkan belasan ambulans dan bantuan pokok lainnya, untuk membantu korban gempa di Kabupaten Cianjur.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Selasa (22/11/2022).

“Kita sudah mengirimkan tujuh ambulans, ini akan terus ditambah,” ujar Ema.

Ia mengatakan telah mengadakan rapat bersama beberapa SKPD terkait, membahas pengumpulan dan pengiriman bantuan selanjutnya.

“Wali Kota Bandung dipastikan akan mendukung agar bantuan segera dikirim,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna memaparkan, donasi bantuan kemanusian untuk korban bencana Kabupaten Cianjur akan segera dibuatkan surat edarannya.

“Pertama, bantuan dari ASN, karyawan RS, BUMD dikumpulkan di Bagian Kesra. Ini akan kita buatkan surat edarannya. Lalu Disdagin dan Dinsos mengumpulkan bantuan dari para pengusaha dan donatur lingkup masing-masing,” jelas Momon.

Baca Juga  Tinggalkan Swiss, Ridwan Kamil Sekeluarga Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari Ini

Kemudian, para camat dan lurah mengumpulkan bantuan dari warga masyarakat di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, Dinkes mengirimkan bantuan berupa ambulans, tenaga medis, dan obat-obatan.

“Diskar PB juga sedang mengasesmen kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan di lokasi bencana. Bantuan dapat berupa uang, makanan, dan pakaian layak,” paparnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut dikumpulkan paling lambat hari Jumat, 25 November 2022.

“Bantuan dari ASN, BUMD, rumah sakit, Disdagin, Dinsos dan dari para camat serta lurah, akan diserahkan ke lokasi, Senin 28 November 2022. Rencananya Pak Wali Kota yang menyerahkan,” imbuhnya.

Baca Juga  Ridwan Kamil: Ilmu Mampu Minimalisir Kebencanaan

Hingga Selasa, 22 November 2022 pukul 17.00 WIB, tercatat 162 orang meninggal dunia dan 326 lainnya luka-luka mayoritas patah tulang karena tertimpa bangunan roboh. Dari ratusan orang korban tersebut mayoritas anak-anak.

Selain itu sebanyak 13.784 pengungsi disebar ke 14 titik pengungsian. Rumah rusak 60 persen hingga 100 persen mencapai 2.345 unit. (hms)