Raih Platinum ASRRAT 2022, Bio Farma Berkomitmen pada ESG Untuk Keberlanjutan Perusahaan

Kota Bandung BriliaNews.com – PT Bio Farma untuk pertama kalinya meraih ranking Platinum, penghargaan tertinggi dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022.

Penghargaan tersebut diterima Vice President Corporate Secretary & Investor Relations Bio Farma, R Rifa Herdian pekan lalu di Jakarta.

Sebelumnya selama empat kali berturut- turut, BUMN farmasi ini mendapatkan penghargaan ranking Gold.

Seperti diketahui, ajang ASRRAT ini sudah berlangsung selama 18 tahun dan diikuti oleh 50 perusahaan/organisasi dari berbagai negara seperti Bangladesh, Filipina, Australia, dan Rusia.

Dari 50 perusahaan, tahun ini 10 perusahaan meraih peringkat Platinum, salah satunya Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, sebagai induk dari Holding BUMN Farmasi, peringkat Platinum yang diterima merupakan komitmen untuk secara konsisten mempertimbangkan tiga aspek keberlanjutan, yakni aspek ekonomi, sosial, dan aspek lingkungan dalam seluruh aktivitas operasi.

”Dengan meraih penghargaan rank platinum dalam ASRRAT, Bio Farma akan melanjutkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan dari aspek Environment, Social, dan Governance, (ESG) yang menjadi indikator-indikator dalam menentukan keberhasilan perusahaan secara menyeluruh,” ucap Honesti Basyir dikutip dari siaran pers Bio Farma, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga  Bangun Kerjasama Antar DPRD Provinsi Seluruh Indonesia, ASDEPSI Gelar Raker di Kota Bandung

Sementara itu Vice President Corporate Secretary & Investor Relations Bio Farma Rifa Herdian menyatakan Bio Farma selalu menjaga hubungan dengan masyarakat, agar kehadirannya selalu dirasakan oleh masyarakat.

Hal itu dilakukan dengan membuat program berkelanjutan, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Dengan semangat leave no one behind, Bio Farma membina kelompok peternak milenial di wilayah Kabupaten Bandung Barat lewat program Empowerment and Creating Shared Value. Selain itu memberdayakan dan melatih penggarap lokal untuk menamam rumput Odot yang kemudian dibeli oleh Bio Farma, ” katanya.

Rifa menjelaskan, saat ini Bio Farma secara konsisten terus mempertimbangkan tiga aspek keberlanjutan, yakni aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan dalam seluruh aktivitas operasi.

Dalam aspek ekonomi, Bio Farma fokus melakukan efisiensi hingga mencapai harga produk yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Kemandirian Kesehatan, Bio Farma Luncurkan Fasilitas Radiofarmaka “Terapi Kanker Modern”

Pada aspek lingkungan, Bio Farma menjalankan proses bisnis ramah lingkungan yang diterapkan dari hulu ke hilir.

Sedangkan dibidang sosial, Bio Farma berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya serta masyarakat di sekitar wilayah operasi secara khusus, melalui Program Tanggung Jawab Sosial.

Seluruh program menurutnya dirancang agar dapat berkontribusi bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan harus dikomunikasikan kepada publik, melalui Laporan Keberlanjutan. Sejauh mana suatu entitas berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta pencapaian Kinerja ESG-nya, semuanya dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan keberlanjutan,” tuturnya.

Rifa menambahkan, laporan Keberlanjutan Bio Farma disusun berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI) dan telah diperiksa oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR).

“Pada pertengahan tahun 2022, laporan keberlanjutan Bio Farma 2021 juga diperiksa oleh Independent Assurance terhadap data material laporan keberlanjutan, yang dibuat untuk menujukkan komitmen kepada para pelanggan dan pemangku kepentingan bahwa semua informasi yang dipublikasikan adalah akurat,” tegasnya. (Adi)