Kota Bandung, BriliaNews.com – Para korban bencana gempabumi di Cianjur yang tinggal di barak pengungsian, memerlukan tenda ukuran kecil (6 x 6) meter untuk masing masing keluarga agar mereka bisa hidup layaknya sebagai keluarga.
Sekarang ini korban bencana tinggal dalam tenda BNP ukuran besar dan menampung korban bencana.
Reporter Brilianews Sudiman Bonaparte yang juga sebagai Ketua RW 08 Kelurahan Antapani Kidul Kec Antapani Kota Bandung, hari ini Rabu 27 Desember 2022 kembali menyerahkan bantuan.
Bantuan untuk kedua kalinya ini berupa kitab kuning Jurumiyah, Salam Taufik, Alfiyah dan Safinah masing masing 30 pcs serta uang tunai untuk membeli semen dan perbaikan masjid di Posko Bantuan Gempa Cianjur Masjid Al Ikhlas Legok Kecamatan Cugenang, diterima langsung pimpinan Posko Haji Abdullah.
Setelah menyerahkan bantuan rombongan Ketua RW 08 yang disertai dengan Sekretaris, Bendahara, Ketua RT dan tokoh masyarakat, meninjau lokasi gempa di Desa Galudra Kecamatan Cugenang, sekaligus menyerahkan mainan anak anak dan selimut serta melihat kondisi yang cukup memprihatinkan.

“Mereka sangat membutuhkan sembako dan sarana air bersih,” ujar Sudiman.
Menurut penuturan Haji Abdullah relawan sebagian sudah pada pulang sehingga pihaknya memerlukan relawan untuk memantau kebutuhan para pengungsi dan mengantar kebutuhan mereka.
Selain kebutuhan tenda untuk tinggal keluarga pengungsi, beras dan lauk pauk dan selimut, mereka juga memerlukan karpet untuk di masjid dan mushola sehingga jamaah tidak kedinginan.
Sudiman Bonaparte yang juga pengurus Paguyuban Alumni SMA Negeri Lemah Abang Cirebon ini sudah mengkoordinasikan dengan Ketua Umum PASMANLA Brigjen TNI Purnawirawan H. Yayan Suryana, untuk menggalang dana bantuan guna memenuhi kebutuhan para pengungsi korban bencana di Cianjur.
Menurut H. Yayan PASMANLA sudah dua kali mengirimkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya dari hasil penggalangan.
“Melihat kondisi pengungsi bencana yang tinggal di barak barak BNPB, kami bertekad untuk terus mengajak warga bersama membantu korban bencana dengan menyisihkan sebagian rejekinya,” pungkas Sudiman.






