Kejar Target, Dinas BMPR Jabar Pastikan 18 Paket Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi Selesai H-10 Lebaran

Bandung, BriliaNews.com – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat (Jabar), tahun 2023 ini sedang dan akan menangani 119 paket konstruksi dengan total panjang 364,9 km melalui program jalan mulus.

Kepala Dinas BMPR Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan dari total 119 paket tersebut, paling banyak pengerjaan konstruksi jalan 69 paket, menyusul 45 paket rehabilitasi serta 3 paket konstruksi jembatan dan 2 paket penunjang jalan yang menjadi kewenangan provinsi.

“Tahun ini kami akan menangani 69 paket konstruksi jalan, 67 paket diantaranya pemeliharaan berkala dengan total 352 km dan masing-masing 1 paket rekonstruksi jalan dan peningkatan jalan,” kata Bambang pada Forum Silaturahmi dilingkungan Dinas BMPR Jabar di Bandung, Rabu (15/3/2023).

Lebih lanjut dikatakan Bambang, dari 67 paket pemeliharaan berkala, ada 18 paket sepanjang 34,5 km harus sudah selesai 10 hari sebelum lebaran (H-10).

“H-10 sebelum lebaran, paling tidak ada 18 paket pekerjaan pemeliharaan berkala yang harus sudah selesai pengerjaannya,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, 18 paket pemeliharaan berkala jalan provinsi tersebut, tersebar di 15 kabupaten/kota yakni di Kota Depok, Kota dan kab. Bogor, Kota dan kab. Bekasi, Kota Bandung, Kab. Garut, Kab. Sumedang, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Tasikmalaya, Kab. Majalengka, Kab. Indramayu serta Kota dan kab. Cirebon.

Baca Juga  Kontes Ternak dan Expo Pangan Jabar 2023 di Kiarapayung Sumedang

Walau begitu, tambah Bambang, pengguna jalan tidak perlu khawatir, karena jalan lain yang belum tuntas dikerjakan dipastikan aman untuk dilalui.

“Yang lainnya kita bikin sebuah perencanaan. Jangan sampai nanti pekerjaan belum tuntas, saat lebaran tidak bisa digunakan. Itu tidak boleh. Harus aman digunakan pengguna jalan,” tuturnya.

Disamping pemeliharaan jalan dikatakannya, penanganan jalan-jalan berlobang juga terus dikerjakan melalui program Sapu lobang tanpa mengenal tahun anggaran.

“Kita menggunakan anggaran pemeliharaan rutin, karena kita punya stok material, peralatan dan SDM,” tuturnya.

Sementara untuk jembatan, Bambang menyebut tahun ini ada tiga paket pengerjaan jembatan, yaitu dua jembatan akan diganti dan satu dibangun yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, dan Pangandaran.

Pertama jembatan Cihoe di ruas Jalan Cileungsi – Cibeet Kabupaten Bogor, dalam kondisi rusak dan sudah berumur 70 tahun. Kemudian jembatan Citalegong pada ruas jalan Talegong – Rancabuaya Kabupaten Garut. Saat ini menggunakan jembatan bailey (jembatan portable dari rangka baja), akan diganti dan dibangun permanen serta jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran, yang menghubungkan Batukaras – Panjalu, juga masih menggunakan jembatan bailey.

Baca Juga  Ridwan Kamil: Saatnya Jabar Bergerak Mencakup Wilayah Lebih Luas

“Mudah-mudahan dengan mengganti ketiga jembatan ini, bisa mengakselerasi daerah tujuan wisata,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan anggaran, Bambang menjelaskan tahun 2023 ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

“Besarannya sekarang itu kurang lebih 1,2 triliun. Sedangkan tahun 2022, mendekati angka 1,3 triliun,” tuturnya.

Namun di tahun 2022 lalu itu hampir 40% di antaranya untuk menyelesaikan Masjid Al Jabbar. Tetapi tahun 2023 ini pure semuanya untuk urusan bina marga, tata ruang, dan jasa konstruksi. Proporsi untuk bina marga itu sekitar 70% atau 800an milyar, yang terbagi menjadi 100 milyar untuk jembatan dan 700 milyar untuk jalan.

“Sehingga kita bisa massif mengerjakan hampir 365 km,” pungkasnya.
(Adi)