Bandung, BriliaNews.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Ir A Koswara MP mengungkapkan, selama masa angkutan lebaran 2023 diperkirakan akan ada sekitar 5 juta kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Barat.
“Berdasarkan survei kami, ada potensi pergerakan sekitar 5 juta kendaraan di Jabar, dengan rincian 20 juta kendaraan akan masuk ke Jabar, dan 15 juta kendaraan keluar Jabar,” kata Koswara pada acara Japri di Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (13/4/2023).
Koswara mengatakan survei tersebut juga menunjukkan, yang akan melakukan perjalanan mudik di daerah Jabar sekitar 43%, yang lainnya ada pergerakan untuk wisata maupun silaturahmi lokal.
“Hampir 60% bergerak menggunakan kendaraan roda dua, 20% menggunakan angkutan umum, dan sisanya angkutan pribadi,” jelasnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut menurut Koswara, Dishub bersama pihak Kepolisian telah menyusun beberapa rencana-rencana penanganan kemacetan dengan pengaturan lalu lintas baik di jalan nasional maupun provinsi.

Terkait lalu lintas ini, ada tiga tol yang akan di fungsikan yaitu jalan tol Cisumdawu, satu arah dari Cimalaka sampai Cipali dari jam 06.00-15.00. Kemudian, jalan tol Japek 2 dari Karawang-Sadang, lalu jalan tol Bogor-Sukabumi
Cisumdawu sendiri akan difungsionalkan mulai dari Cimalaka sampai Cipali, tapi hanya satu jalur dan satu arah dipakai. Untuk arus mudik, satu arah ke arah Timur, dan arus balik satu arah ke arah Barat.
“Yang diijinkan masuk ke Cimalaka sampai Cipali itu dari jam 06.00 sampai 15.00, setelah itu tidak boleh dilewati. Karena di beberapa bagian dari tol itu gelap, belum ada Penerangan Jalan Umum (PJU) nya. Untuk menghadapi hujanpun tanahnya belum disiapkan guard railnya,” ujar Koswara.
“Malam hari dan saat cuaca tidak dimungkinkan, dilarang melalui segmen Cimalaka-Cipali. Setelah ditutup, para pemudik bisa melalui jalan provinsi dari Sumedang sampai Cirebon,” tambahnya.
Terkait pembatasan angkutan barang, Koswara menyebutkan ada 5 ruas jalan provinsi di Jabar yang pada masa arus mudik dan balik lebaran tidak bisa dilalui angkutan berat, kecuali angkutan BBM, hewan ternak, pupuk dan bahan pokok.
Ke lima ruas jalan tersebut yakni ruas jalan Cimahi-Kolonel Masturi – Parompong – Lembang – Subang, Bandung – Lembang – Subang, Batas Kabupaten Bandung – Garut – Leles – Kadungora, Singaparna – Tasik, Simpang Tiga Cibadak – Cikidang – Pelabuhan Ratu dan ruas jalan Kadipaten – Majalengka – Sumber.
“Pada kelima ruas jalan tersebut, akan dilakukan pembatasan angkutan berat mulai 18 sampai 21 April dan 24 sampai 26 April,” ujarnya.
Untuk kelaikan jalan angkutan umum kata Koswara, pihaknya melakukan pengecekan bus Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) di terminal dan di pool perusahaan otobus.
“Kita juga melihat kesiapan dari awak kendaraannya, baik supir maupun kondekturnya. Selain ramcheck kita juga meninjau sistem manajemen keselamatan masing-masing penyedia angkutan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan trafik counting, atau cacah arus lalu lintas, yang berguna sebagai informasi yang bersifat rewarning.
“Apabila sebuah lokasi jalan dirasakan tingkat pergerakan lalu lintas yang masuknya sudah melebihi kapasitas dan akan menimbulkan kemacetan pada ruas jalan yang lainnya, itu akan menjadi notifikasi untuk dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas pada wilayah yang akan terdampak macet,” jelasnya.
Sementara itu Kepala PT Jasa Raharja cabang Jawa Barat, Dodi Apriansyah menyampaikan dukungannya pada program mudik gratis.
Dodi menuturkan, dengan adanya mudik gratis bagi para pemudik jarak jauh, dapat mengurangi kepadatan arus lalulintas dan kecelakaan di jalan raya.
Apalagi pada lebaran tahun ini jumlah pemudik akan meningkat tajam, setelah pemerintah meniadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyusul terus melandainya kasus Covid-19.
“Dari kasus kecelakaan pada masa arus mudik lebaran sebelumnya, 60 persen penyebab kecelakaan melibatkan kendaraan roda 2. Karena itu, kami mendukung program mudik gratis,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjut Dodi, PT Jasa Raharja cabang Jawa Barat juga menyiapkan 5 unit bus untuk mudik gratis.
Bus tersebut akan mengangkut para pemudik dari Bandung tujuan Solo dan Yogyakarta.
Terkait jaminan bagi korban kecelakaan lalulintas, dijelaskannya telah bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit.
Bagi korban kecelakaan lalulintas dan harus dirawat inap, PT Jasa Raharja memberikan jaminan biaya perawatan hingga maksimal Rp25 juta.
Sedangkan untuk korban meninggal dunia, ahli waris korban akan mendapat santunan Rp50 juta.
“Santunan akan langsung di transfer ke rekening ahli waris dalam waktu 1 kali 24 jam, bila seluruh persyaratan sudah terpenuhi,” pungkasnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






