Sehatkan Generasi Bangsa, Bio Farma Berkomitmen Eradikasi dan Eliminasi Penyakit dengan Imunisasi

Jakarta, BriliaNews.com – Bio Farma Group turut menjadi bagian pada puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2023, yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta, Minggu (7/5/2023) lalu.

Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap tahun pada minggu terakhir di bulan April, menjadi momentum meningkatkan kembali kesadaran dan tindakan kolektif dalam peningkatan cakupan imunisasi untuk agenda eradikasi dan eliminasi Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir mengatakan,
peringatan Pekan Imunisasi Dunia ini merupakan salah satu momentum yang baik, untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, terlebih Covid-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap pada anak menjadi rendah.

Jika hal itu dibiarkan, akan berdampak pada munculnya outbreak penyakit, yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi.

“Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan kesadaran akan pentingnya imunisasi, dalam upaya meningkatkan Kesehatan nasional,”
kata Honesti dalam keterangan resminya, Rabu (10/5/2023).

Dijelaskannya, Bio Farma telah lebih dari 130 tahun mendukung program imunisasi nasional, dengan memenuhi kebutuhan vaksin untuk masyarakat Indonesia.

Pada tahun 2022, Bio Farma telah mendistribusikan lebih dari 178 juta dosis vaksin untuk imunisasi bagi bayi, anak usia sekolah, dan wanita usia subur.

”Selain memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Bio Farma juga telah memenuhi kebutuhan vaksin global, dengan mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara,” ujarnya.

Baca Juga  Tiket Mudik Lebaran KA Wisata Dengan Pola Charter dan FIT Masih Tersedia

Honesti mengungkapkan, selama ini Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin, dengan kapasitas produksi hingga 3 miliar dosis.

Bio Farma sendiri merupakan produsen vaksin yang masuk 5 besar dunia dan terbesar di Asia Tenggara.

Ia menambahkan, ada berbagai macam jenis vaksin yang telah diproduksi Bio Farma, seperti polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, hepatitis B, influenza, dan inovasi vaksin terbaru yaitu vaksin Covid-19 yang diberi nama IndoVac.

“Selain itu, kebutuhan 2/3 vaksin polio di dunia disuplai oleh Bio Farma,” tuturnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki menuturkan, pada puncak peringatan PID 2023, Biofarma Group membuka booth pameran dengan menampilkan berbagai produk karya anak bangsa, sekaligus mengedukasi pentingnya imunisasi kepada masyarakat.

Serangkaian kegiatan untuk menyemarakkan acara Pekan Imunisasi Dunia (PID) telah dilaksanakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sejak bulan Maret hingga April 2023 dengan tema ”Ayo Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dengan Imunisasi Lengkap”.

”Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan titer antibodi Covid-19 secara gratis, menggunakan Fastbio-RBD yang merupakan salah satu produk Bio Farma terbaru. Selain itu, membagikan voucher diskon untuk pemeriksaan HPV metode pengambilan sampel urine menggunakan Cerviscan di Lab Klinik Kimia Farma area Jakarta,” ucap Sri Harsi Teteki.

Baca Juga  Perluas Konektivitas, KAI Luncurkan 5 Kereta Api Baru di Jalur-Jalur Strategis

Sementara itu pada puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2023, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengatakan, saat ini pemerintah terus menggenjot cakupan imunisasi di seluruh pelosok Indonesia. Cakupan imunisasi rutin lengkap nasional perlahan kembali meningkat, pasca pandemi Covid-19. Kini sekitar 94,9% anak-anak Indonesia telah diimunisasi.

”Masih ada sekitar 5% atau 240.000 anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan perlindungan tambahan dari imunisasi dasar lengkap. Artinya, mereka masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” paparnya.

Percepatan imunisasi kata Menkes perlu dilakukan terutama di Daerah Terluar serta di daerah-daerah yang cakupan imunisasinya masih rendah.

Untuk itu perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat utamanya ibu hamil, akan pentingnya perilaku promotif preventif melalui pemberian imunisasi rutin lengkap pada anak.

”Jangan buat Imunisasi sebagai program yang eksklusif, harus menjadi gerakan yang sifatnya inklusif bagi ibu-ibu hamil. Sehingga, dia akan merasa bersalah, kalau anaknya tidak di imunisasi. Kalau kita bisa mengedukasi dan meyakinkan ibu-ibu ini, imunisasi akan menjadi gerakan yang sukses,” tegas Menkes.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida