Kota Bandung, BriliaNews.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, kembali menggelar Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2023.
Kegiatan tersebut akan digelar selama 2 hari pada 21 dan 22 Juli 2023 di Bumi Perkemahan Kiara Payung kabupaten Sumedang.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Indriantari mengatakan, Kontes Ternak dan Expo Pangan merupakan bentuk apresiasi kepada para peternak, yang sudah menghasilkan bibit-bibit ternak yang berkualitas.
“Kegiatan ini kita rangkai dalam bentuk kontes dan pameran peternakan, diantaranya ayam hias, ayam sentul, kemudian ada domba, sapi perah, sapi potong,” tutur Indriantari yang juga Ketua Panitia Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Rahun 2023, usai acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) vol. 128 di Gedung Sate kota Bandung, Kamis (20/7/2023).
Sedangkan untuk expo pangan, dikatakan Indriantari akan ada kegiatan gastronomi, sosialisasi dan edukasi tentang protein hewani serta menampilkan pangan-pangan lokal Jawa Barat.
“Dan pastinya kita juga akan gelar Pangan Murah. Ada 11 bahan pokok yang dapat dibeli, dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,” tutur Indriantari.
Peserta kontes sendiri berasal dari 27 kota kabupaten di Jawa Barat yang sudah melalui seleksi sebelumnya.

“Ada 1500 peserta ternak berasal dari 27 kabupaten kota, yang sudah kita seleksi sebelumnya,” tuturnya.
Menurut Indriantari
utuk menghindari agar tidak menjadi cluster penularan penyakit, pihaknya akan melakukan bio security atas ternak yang masuk.
“Kita yakinkan bahwa hewan peserta dalam keadaan sehat dan sudah menerima vaksin PMK, Antraks, dsb,” tuturnya.
Ia juga menghimbau, agar peserta mengirimkan ternaknya langsung ke lokasi kontes, tanpa mampir dahulu ke tempat lain.
“Jadi dari daerah asal langsung ke tujuan untuk menghindarkan penularan dari lingkungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, melalui Kontes Ternak dan Expo Pangan diharapkan para peternak bisa semakin berkembang dan dapat melahirkan bibit-bibit berkualitas.
“Selain itu kami juga berharap pada akhirnya ini akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan di Jawa Barat, bisa dipenuhi dari lokal Jawa Barat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Barat Dedi Setiadi mengungkapkan, kontes ini membantu peternak sapi perah dalam mendapatkan bibit ternak berkualitas pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ketika PMK mewabah, dikatakannya produksi susu sapi perah yang terjangkit penyakit tersebut turun hingga hanya 20 sampai 50%.
“Sekarang wabah (PMK) sudah selesai tapi muncul persoalan baru. Persoalan yang besar adalah bibit,” tambahnya.
Dedi menjelaskan, kontes ternak ini relevan dengan persoalan yang dihadapi peternak, yang punya uang tapi tidak punya bibit.
“Ingin impor dari Australia, namun harganya mencapai 60 juta, dan itu tidak masuk ke dalam cash flow peternak sapi perah kita,” ucapnya.
Sementara itu Tri Bagus Santoso dari
Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, menyebut kontes ini menunjukan adanya pemulihan ekonomi, khususnya di sektor peternakan dan pertanian.
Kalau melihat para peserta, dan nantinya ada yang berprestasi, ini menunjukkan di sektor peternakan sudah terjadi kegairahan usaha, dimana mereka sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas produksi.
Selain itu pada kontes tersebut akan terjadi interaksi pertukaran informasi juga bisa sharing pengalaman budi daya dan peningkatan produksi, yang ini akan lebih memacu lagi upaya pemulihan ekonomi di sektor peternakan.
“Hal yang sama juga terjadi pada sektor pangan,” ucap Tri.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






