banner 970x250

Panji Gumilang Jadi Tersangka, Ridwan Kamil : Pesantren Al Zaytun Tak Dibubarkan

Jakarta, BriliaNews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan Pesantren Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, tak akan dibubarkan pasca penetapan Panji Gumilang menjadi tersangka.

Ditemui usai Rakor Koordinasi Tingkat Menteri di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (3/8/2023), Ridwan Kamil menuturkan Al Zaytun tak akan dibubarkan, tapi pesantren ini akan dibina karena menyangkut 5.000 lebih santri yang sedang menimba ilmu.

“Jadi (Pesantren Al Zaytun) tidak akan dibubarkan karena ada 5.000-an santri yang sedang belajar dan mereka merupakan anak-anak bangsa yang berhak mendapatkan pelayanan akses pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga  Kota Bandung Siapkan 8 Cek Poin di Perbatasan Selama Lebaran

Namun demikian Kementerian Agama akan mengubah kurikulum Al Zaytun, yang selama ini diajarkan kepada santri.

Ridwan Kamil menuturkan selain kurikulum para pengajar juga akan dibina dan didampingi oleh Kementerian Agama, sehingga materi yang diajarkan ke depan tidak ada yang menyimpang dengan akidah agama, Pancasila, dan NKRI.

“Nanti kurikulum dan pengajar-pengajarnya akan didampingi dan dibina oleh Kementerian Agama, untuk memastikan bahwa kurikulum, pola pikir, semua harus Pancasila, NKRI, yang menjadi kewajiban kita semua,” tuturnya.

Pemerintah juga memastikan tidak akan mengambil alih pengelolaan Pesantren Al Zaytun. Bangunan pesantren akan tetap berdiri namun dengan manajemen baru.

Baca Juga  Inflasi April 2024 di Jawa Barat Terkendali

“Pesantren bukan diambil alih, tapi akan dibina. Fisik bangunannya tetap ada, siswanya tetap belajar, tapi dengan kurikulum baru, pengajar baru atau yang lama, tapi sudah dibina dan tupoksi itu ada di Kemenag,” katanya

Editor  : Afrida