Pembuangan Sampah ke TPA Sarimukti Dibatasi, Pemkot Bandung Perbanyak KBS dan TPST

Kota Bandung, BriliaNews.com – Mulai ahir Agustus 2023 mendatang, volume sampah dari kota Bandung yang dibuang ke Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Sarimukti di Cipatat Kabupaten Bandung Barat dibatasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menyampaikan surat pemberitahuan, tentang pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
Kota Bandung Dudy Prayudi memaparkan, saat ini jumlah sampah di Kota Bandung yang dibawa ke TPA Sarimukti sebanyak 1.300 ton. Sedangkan, nantinya akan dibatasi hanya menjadi 868 ton.

“Hari Jumat kemarin, kita sepakat untuk mengurangi ritase angkutan sampah ke TPA Sarimukti. Untuk Kota Bandung karena paling besar, maka kita minta pengurangannya itu secara bertahap,” ucap Dudy, Senin (7/8/2023).

Dikatakannya, selama 5 bulan ke depan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti akan berkurang 10 rit dari ritase yang sekarang. Saat ini ritase normal yang tercatat di Pengelolaan Sampah Tingkat Regional (PSTR) sebanyak 259 rit.

Baca Juga  Kasus Kekerasan Anak di Garut, Legislator Enjang Tedi Usulkan Rehabilitasi Sosial

“Mulai akhir Agustus selama 5 bulan kita wajib mengurangi 10 rit dari situ. Sambil kita berproses mengurangi sampah di daerah kota. Semoga bisa berkurang lebih dari 10 rit,” harapnya.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Bandung akan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Diharapkan dengan adanya TPST bisa mengurangi lebih banyak lagi sampah ke TPA.

“Ada 3 TPST yang akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum tahun ini, yakni di Nyengseret, Taman Tegalega, dan eks TPA Cicabe. Sistemnya menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF),” jelasnya.

Hasil dari RDF ini merupakan bahan bakar pengganti batu bara, yang akan dikirimkan ke pabrik tekstil dan semen.

“Selama 10 bulan, nanti biaya operasional didanai Kementerian PU. Setelah itu oleh Pemkot Bandung. Kalau ini bisa beroperasi, minimal kita bisa mengurangi 100 ton sampah. Belum ditambah kita akan menerapkan TPST versi Banyumas,” lanjut Dudy.

Baca Juga  Kinerja Industri Perbankan Jabar Tetap Resilien di Tengah Meningkatnya Risiko Ketidakpastian

Untuk TPST versi Banyumas, ia menambahkan, rencananya akan dibangun di 10 lokasi, namun masih menunggu keputusan dari legislatif.

“Semoga nanti bisa segera disetujui dewan. Sehingga di tahun ini akan banyak TPST yang ada di Kota Bandung,” ungkapnya.

Selain itu, Dudy menyebutkan pada bulan Juli 2023, sudah ada 221 KBS di Kota Bandung atau sekitar 13,3 persen dari total seluruh RW sudah masuk Kawasan Bebas Sampah (KBS).

“Dua upaya itu yang akan terus kita lakukan, yakni pengurangan dari sumber sampah RT dan RW agar tercipta KBS, serta membangun TPST di beberapa titik,” tuturnya.

Editor  : Didu