Bandung, Brilianews.com – Dirjen Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof. Ir. Nirzam dan Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTPMT) Prof. Budi Prasetyo didampingi Rektor UPI Prof. Solehuddin meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi, Sabtu (1/5/2021).
Dalam kunjungannya, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nizam, meninjau proses pelaksanaan UTBK, mulai dari proses masuknya peserta, sarana dan prasarana, termasuk protokol kesehatan yang diberlakukan.
“Dari hasil evaluasi, protokol kesehatan juga dilakukan dengan sangat ketat, mulai dengan cek suhu, kemudia cek deteksi metal, agar tidak ada piranti yang berpotensi untuk melakukan kecurangan masuk dalam ruang,” ucapnya.
Ia menambahkan, semua peserta juga mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer. Semua peserta juga diberikan sarung tangan latex, dan untuk menghindari potensi penularan, semua juga diwajibkan memakai masker.
“Ruangan juga sebelum tes sudah disterilkan, setelah sesi tes juga disterilkan lagi sebelum digunakan sesi berikutnya,” tuturnya.
Walau begitu, Ketua Pelaksana Eksekutif LTPMT Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, ada beberapa masalah yang terjadi selama pelaksanaan UTBK SBMPTN UPI 2021, namun bukan masalah yang perlu dikhawatirkan.
Berkaitan dengan jumlah peserta yang hadir, menurut Budi mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga kemarin, Jumat (30/4/2021), kehadiran mencapai 94,39%, jauh lebih tinggi dari tahun 2020 dan 2019 yaitu 87%.

“Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, namun tingkat kehadiran peserta test meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, ” ujar Budi.
Ia juga menegaskan tidak adanya ujian susulan bagi peserta yang tidak mengikuti UTBK SBMPTN, baik karena alasan kesehatan maupun alasan lainnya.
Walau begitu, katanya, peserta yang tidak berkesempatan mengikuti ujian kali ini karena sakit yang bisa membahayakan teman-temannya, masih banyak peluang-peluang yang lain, seperti melalui jalur mandiri, ganti pilihan ke perguruan tinggi lain atau PTS juga masih sangat luas.
“Jadi bukan akhir segalanya. Tetap positif tetap semangat,” ujarnya.
Pelaksanaan UTBK SBMPTN UPI 2021, menutur Rektor UPI Prof. Solehuddin berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
Rektor melaporkan hanya ada dua masalah yang terjadi selama pelaksanaan tes yakni server mati di lokasi mitra UPI dan satu calon tidak bisa mengikuti tes, karena ketika diperiksa suhu tubuhnya diatas batas yang ditetapkan.
“Satu masalah listrik terjadi di tempat mitra, tapi tidak menyebabkan keterlambatan yang berarti, karena di sana ada genset. Kalau di sini (UPI Bumi Siliwangi) ada kejadian salah satu calon yang terpaksa tidak bisa ikut, karena suhu tubuhnya diatas ambang batas maksimal yang ditetapkan,” pungkasnya. (Adi)






