Bio Farma Telah Distribusikan 7,4 Juta Dosis Vaksin Gotong Royong

Kota Bandung, BriliaNews.com – Bio Farma beserta seluruh entitas anggota usahanya, berkomitmen untuk menyediakan vaksin Covid-19 dan mendistribusikannya kepada sasaran penerima di seluruh Indonesia.

Sebagai holding company di sektor kesehatan, Bio Farma mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Republik Indonesia, untuk meningkatkan sistem kesehatan yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN.

Menurut Corporate Secretary Bio Farma Arie Genipa Suhendi, bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan, Bio Farma berhasil mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk mendukung program Vaksin Gotong Royong (VGR) secara merata ke seluruh Indonesia.

Baca Juga  SMK Nusantara Weru Cirebon Perlu Bekali Siswa Dengan Wawasan Kebangsaan

“Data terkini hingga Juli 2023 menunjukkan bahwa Bio Farma telah mendistribusikan total 7.463.261 dosis atau senilai 99.51% dari jumlah pembelian awal 7.5 juta dosis,” ungkap Arie di Jakarta, Kamis (7/12/2023)

Adapun Stok VGR sebanyak 3.208.542 dosis seperti yang dimuat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Tahun 2023 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), adalah stok yang tercatat per November 2022.

“Pencapaian distribusi tersebut adalah hasil tindak lanjut atas rekomendasi BPK, sehingga kolaborasi Bio Farma, Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan berjalan secara optimal”, ujar Arie.

Baca Juga  Langgar Aturan, Satpol PP Kota Bandung Tertibkan 2.813 APK

Arie mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, Bio Farma berada di garda terdepan bersama dengan para petugas kesehatan, untuk menjalankan penugasan Pemerintah dalam menyediakan dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Bio Farma juga berperan aktif dalam menyukseskan program Vaksin Gotong Royong (VGR), yang merupakan program vaksinasi Covid-19 bagi karyawan/karyawati badan hukum/badan usaha di seluruh Indonesia.

“Bio Farma secara konsisten menjalankan berbagai strategi Pemerintah Indonesia untuk mengatasi dampak pandemi, baik melalui peningkatan kapasitas sistem kesehatan maupun strategi pemulihan ekonomi,” tutur Arie.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida