Jakarta, BriliaNews.com – Bio Farma, induk Holding BUMN Farmasi kembali meraih Penghargaan kategori emas, pada Anugerah Lingkungan PROPER dan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup.
PROPER kategori Emas ini merupakan penghargaan yang ke delapan kalinya diterima Bio Farma.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin Yang didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong dan diterima oleh Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong mengatakan, Anugerah lingkungan PROPER merupakan penghargaan atas kinerja dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan, Eko Inovasi, Inovasi Sosial, dan kepemimpinan lingkungan atau Green Leadership Perusahaan.

PROPER ini dikatakannya merupakan program yang dimulai sejak 27 tahun lalu.
“Secara ringkas evaluasi tingkat ketaatan yang dilakukan kepada 3.694 perusahaan peserta PROPER tahun 2023 dengan peringkat emas 79 perusahaan, hijau 196 perusahaan, biru 2.131 perusahaan, merah 1.077 perusahaan, hitam tidak ada dan yang ditunda pemeringkatannya sebanyak 211 perusahaan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan, keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan dukungan semua sektor dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, juga entitas bisnis.
“Program PROPER menjadi platform bagi perusahaan untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan, utamanya untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pencemaran akibat aktivitas industri yang dilakukan,” ujarnya.
“Perusahaan tidak lagi hanya berfokus menghasilkan keuntungan tetapi juga harus memastikan kelestarian lingkungan sekitar baik lingkungan fisik maupun sosial,” tambah Wapres RI.
Lebih lanjut Wapres menuturkan, PROPER sepatutnya menjadi kompas yang mampu memandu praktek bisnis berkelanjutan, dengan mengaplikasikan prinsip ekonomi hijau bahkan mendorong capaian yang melebihi ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup dari tahun ke tahun.
“Kriteria penilaian PROPER terus dikembangkan dari yang semula sederhana menjadi kriteria yang mengusung perbaikan berkelanjutan, misalnya kriteria penilaian daur hidup, inovasi sosial beserta perhitungan dampak dari pelaksanaannya, dan penilaian kepemimpinan,” ujar Ma’ruf Amin.
TJSL Bio Farma
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menyampaikan Bio Farma senantiasa menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangungan Berkelanjutan (TPB) dengan berbasis ISO 26000 dan Community Development.
“Bio Farma memiliki komitmen untuk menjadikan lingkungan menjadi tempat yang aman dan sehat untuk generasi masa depan,” tegasnya.
Menurut Shadiq, Bio Farma berkomitmen menjadikan bumi lebih bersih dan layak untuk ditinggali, program tersebut kami tuangkan melalui efisiensi energi dari semua aspek proses bisnis perusahaan, agar dapat menciptakan suatu dampak yang baik bagi lingkungan secara berkelanjutan, menjadikan lingkungan tempat yang layak untuk generasi masa depan.
Hal ini dilakukan dengan inovasi berdasarkan konsep keberlanjutan untuk lingkungan dan inovasi keberlanjutan untuk sosial kemasyarakatan juga ekonomi, yang memberikan dampak positif dan nyata untuk Masyarakat.
Lebih lanjut Shadiq mengatakan, apresiasi PROPER kategori Emas yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang kedelapan kalinya ini, merupakan bukti keseriusan Bio Farma berkontribusi secara optimal, dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan Masyarakat
”Penghargaan PROPER Emas yang ke delapan kalinya diterima Bio Farma, ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen memberikan yang terbaik dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat.”tambah Shadiq.
Di lain pihak VP TJSL, Manajemen Aset dan Umum Bio Farma, Tjut Vina mengungkapkan selain program kepedulian pada aspek lingkungan, melalui Program TJSL Bio Farma juga menaruh perhatian yang besar terhadap pengembangan masyarakat.
“Bio Farma telah menjalankan Sustainability Program di wilayah Cipada Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Nature, Economy, Social & Wellbeing) diantaranya program Eco Forestry Green Tourism Bukit Senyum Cipada, yang berbasis Community Based On Tourism (CBT).
Konsep tersebut memiliki konten wisata terkait potensi Desa Cipada seperti pertanian, perkebunan dan peternakan, agar masyarakat semakin sadar akan potensi yang dimiliki, sehingga potensi tersebut dapat di optimalkan sebagai sumberdaya untuk peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.”
Lebih lanjut, Tjut Vina mengatakan ada potensi yang belum dimaksimalkan secara optimal dan sempat terkena dampak covid-19. Hadirnya Bio Farma disini mampu meningkatkan potensi desa, terlebih program Eco Forestry Green Tourism ini memiliki konsep Edu Tourism kepada para pelajar sebagai generasi penerus, sehingga ada legacy kepada generasi penerus terkait potensi yang dimiliki oleh desa.
Tidak hanya itu, program ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
“Sebanyak 829 orang menjadi penerima manfaat, 22 orang berprofesi baru menjadi tour guide, peningkatan core competency masyarakat terkait wisata alam, peningkatan pendapatan peternakan UMKM 44%, dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi wisata sebanyak 167%,” paparnya.
Pewarta : Adi
Editor : Sri






