BPS Jabar: Potensi Produksi Beras Jabar pada Oktober – Desember 2024 Tertinggi se Indonesia

Kota Bandung, BriliaNews.com – Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, berdasarkan angka sementara potensi produksi beras nasional bulan Oktober-Desember 2024, Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi produksi beras paling besar se Indonesia.

Kepala BPS provinsi Jabar Darwis Sitorus mengungkapkan, hal itu berdasarkan hasil
perhitungan BPS dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA), mulai dari vegetatif dan sebagainya. Hasilnya, menggambarkan angka sementara potensi produksi beras nasional di bulan Oktober – Desember 2024, mencapai 5,4 juta ton.

Dari total potensi beras nasional tersebut, 21 persen diantaranya berasal dari Provinsi Jawa Barat, yaitu mencapai 1.159.428 ton.

“Potensi ini ternyata yang paling tinggi secara nasional. Dibandingkan dengan posisi kedua yaitu Jawa Timur, potensinya cukup jauh, yaitu sebesar 735.927 ton,” ungkapnya usai Rilis BPS Provinsi Jabar di Aula BPS Jabar, Kota Bandung, Jumat (1/11/2024).

Ia menegaskan, potensi ini perlu dikawal, khususnya dari pemerintah yang menangani pertanian.

Baca Juga  Hari Ibu Nasional 2023, Siti Muntamah : Banyak Ibu-Ibu Keluhkan Anaknya Nganggur

“Jangan sampai ada hal-hal lain yang mengganggu potensi ini, mulai dari luas panen, produksi padi, hingga berujung pada potensi produksi beras,” tandasnya.

“Ini kan asumsi normalnya, kecuali ada bencana, hama wereng, atau apa dsb. Mudah-mudahan tidak terjadi,” sambung Darwis.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun BPS, angka sementara luas panen, produksi padi, dan produksi beras Jabar pada periode Januari-September 2024, mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2023.

Pada periode tersebut, luas panen padi di Jabar turun 13,25 persen dibandingkan tahun 2023, dari 1,31 juta hektare (ha) menjadi 1,13 juta ha.

Akibatnya, produksi padi juga turun 12,97 persen, dari 7,48 juta ton menjadi 6,51 juta ton.

“Sehingga produksi beras pun mengalami penurunan sebesar 12,97 persen, dari 4,32 juta ton menjadi 3,76 juta ton,” bebernya.

Namun demikian, berdasarkan hasil KSA padi pada September 2024, serta rata-rata produktivitas Subround (SR) III 2018-2023, ada potensi peningkatan baik dari luas panen, produksi padi maupun produksi beras.

Baca Juga  Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin Minta Prioritaskan Evakuasi Warga Terdampak Bencana di Sukabumi

Menurutnya, potensi luas panen Jabar di bulan Oktober – Desember 2024, dipredikai meningkat 21,77 persen atau 0,06 juta ha, dari 0,28 juta ha menjadi 3,34 ha.

Sementara potensi produksi padi meningkat 20,67 persen atau 0,35 juta ton, dari 1,66 juta ton menjadi 2,01 juta ton.
Sedangkan potensi produksi beras, meningkat 20,67 persen atau 0,20 juta ton, dari 0,96 menjadi 1,16 juta ton.

Menurut Darwis, untuk menjaga angka tersebut, berbagai upaya yang dilakukan Dinas Pertanian dan pemerintah daerah melalui program pompanisasi, pemberian pupuk, dsb, sudah cukup.

Oleh karena itu kata
kata Darwis Sitorus,
program-program ini perlu dijaga, agar potensi tiga bulan ke depan tidak terjadi penurunan yang signifikan.

“Nah ini yang perlu dijaga. Potensi ini ada di Jabar, (produksi beras) menjadi terbesar secara nasional,” pungkasnya.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida