Kota Bandung, BriliaNews.com – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu bertemu dengan para tokoh pengusaha GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Jabar dan 26 asosiasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), di Gedung PHRI Jabar, Kota Bandung.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Syaikhu yang berpasangan dengan Ilham Habibie ini, menyerap aspirasi dari para pengusaha kepariwiaataan. Salah satunya terkait dengan promosi sektor pariwisata.
“Di sektor pariwisata ini, promosi harus ditingkatkan, baik untuk pasar mancanegara maupun domestik, sesuai dengan segmen pasar provinsi Jawa Barat,” ucap Ketua GIPI, Herman Muchtar saat menyampaikan aspirasinya baru-baru ini.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti terkait dengan infrastruktur transportasi dalam pengembangan pariwisata, baik di darat maupun udara.
Menurutnya, penambahan fasilitas Whoosh perlu diperhitungkan, termasuk dampaknya pada bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Kertajati.
Targetnya, kata dia penerbangan ke bandara Kertajati mencapai 32 penerbangan, tetapi kini masih
dibawah 10 penerbangan. Sedangkan Bandara Husein Sastranegara sudah tidak memiliki penerbangan.
“Kondisi tersebut berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat yang melalui Bandung sebagai ibu kota provinsi,” paparnya.
Herman Muchtar juga menyoroti pengisian jabatan struktural khususnya di sektor pariwisata.
“Kadang kala mereka bukan dari bidang pariwisata, melainkan dari dinas lain. Sebaiknya mereka terlebih dahulu magang di sektor pariwisata, agar memahami dunia pariwisata,” ungkapnya.
“Jika kita ingin pariwisata menjadi lokomotif ekonomi Jawa Barat, penting untuk membangun kolaborasi antar lembaga,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Cagub Jabar, Ahmad Syaikhu mengungkapkan, Jabar merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Mulai dari potensi alamnya yang indah dan luar biasa, penduduknya yang ramah menjadi daya tarik sendiri, lalu potensinya pada budaya,” katanya.
Kendati demikian, dirinya juga tidak menampik jika terdapat berbagai persoalan dalam pengembangan pariwisata di Jabar ini.
“Bahwa memang ada masalah-masalah kepariwisataan di Jawa Barat, walaupun kita tahu pada sisi potensi-potensi tentu kita melihat Jawa Barat memiliki potensi yang besar,” ucapnya.
Menurut Herman Muchtar, dukungan yang kuat terhadap pengembangan akses transportasi, merupakan kunci untuk memacu pertumbuhan industri pariwisata.
“Potensi yang besar ini membutuhkan terobosan, salah satunya dibidang transportasi yang memang harus diatasi. Oleh karena itu kebijakan ke depan perlu upaya untuk mendorong percepatan optimalisasi bandara Kertajati,” katanya.
Terkait dengan birokrasi pariwisata, kata Syaikhu, dirinya sepakat jika harus diisi orang yang berkompeten di bidangnya.
“Artinya the right man in the right place. Harus orang-orang yang lulus dari akademi pariwisata, sehingga paham betul kondisi di lapangan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Syaikhu juga menegaskan bahwa pasangan ASIH mengusung konsep kolaborasi dalam menjadikan Jabar sebagai provinsi yang maju.
“Makanya dalam visi sangat tertera jelas, yakni membangun Jawa Barat ke depan untuk bisa maju dengan prinsip orang Sunda yaitu Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh. Jadi apa yang tertera Jabar Asih bukan hanya sekedar singkatan,” tandasnya.
(Ida-Bona)






