KA Feeder Kembali Tertemper Orang, KAI Daop 2 Tak Henti Ingatkan Masyarakat Jauhi Area Rel KA

Kota Bandung, BriliaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membenarkan adanya kejadian Kereta Api Feeder (PLB 7319) tertemper orang.

Kejadian ini terjadi di KM 149+7 emplasemen Stasiun Cimindi, Kamis (28/11/2024) pagi.

Korban 1 orang perempuan mengalami luka berat dan ditangani oleh Polres Cimahi, PMI Kota Cimahi dan relawan setempat, yang selanjutnya membawa korban ke RS Hasan Sadikin.

Manager Humasda PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung Ayep Hanapi, mengatakan akibat adanya kejadian ini KA Feeder mengalami keterlambatan 7 menit, untuk memeriksa kondisi rangkaian di Stasiun Cimahi.

Setelah dinyatakan aman oleh petugas, KA Feeder melanjutkan perjalanan.

Baca Juga  Longsor di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat Timbun 30 Unit Rumah 7 Orang Meninggal

“Sangat disayangkan adanya kejadian ini. Kami mengingatkan kembali kepada masyarakat, untuk tidak melakukan aktivitas yang
disekitar jalur KA karena sangat berbahaya.

“Aktivitas disekitar jalur KA tidak hanya berbahaya, namun juga berpotensi melanggar ketentuan undang-undang,” jelas Ayep, Kamis (28/11/2024).

“Kami prihatin, masih banyak masyarakat yang beraktivitas di sepanjang jalur kereta, hingga mengakibatkan korban jiwa. KAI dengan tegas melarang masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun selain untuk kepentingan operasional kereta api,” tambah Ayep.

Ayep mengungkapkan dari Januari sampai November 2024, di wilayah Daop 2 tercatat 18 kejadian kendaraan menemper KA di perlintasan sebidang, dengan jumlah korban 7 orang luka-luka dan 8 orang meninggal dunia.

Baca Juga  Stok Beras di Bulog Jabar Cukup Hingga Ramadan dan Idulfitri

Sementara kejadian orang menemper KA baik di perlintasan sebidang maupun di jalur rel, tercatat 43 kejadian dengan jumlah korban 12 orang luka-luka, dan 31 orang meninggal dunia.

“Banyaknya insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi area rel, yang bukan hanya area terlarang tetapi juga sangat berisiko,” ujar Ayep.

“PT KAI Daop 2 memastikan operasional kereta api berjalan aman dan lancar, namun keselamatan publik juga sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat untuk tidak berada di area berbahaya tersebut,” imbuhnya.