Kota Bandung, BriliaNews.com – Sebagai bagian dari komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung keberlanjutan kelestarian lingkungan, PT KAI melakukan inovasi baru berupa penggunaan bantalan sintetis ramah lingkungan pada rel kereta api.
Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana menjelaskan langkah ini merupakan wujud nyata PT KAI dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam operasional sehari-hari.
Bantalan sintetis ini menggantikan bantalan kayu pada jembatan baja, sehingga lebih ramah lingkungan, tahan lama, dan efisien.
Dicky mengungkapkan penggunaan bantalan sintetis ini menggantikan bantalan konvensional berbahan kayu, yang selama ini bergantung pada sumber daya alam hutan.
“Bantalan sintetis yang dikembangkan terbuat dari bahan daur ulang dengan daya tahan tinggi, lebih kuat, tahan terhadap cuaca ekstrem dan tidak memerlukan penebangan pohon untuk diproduksi. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan PT KAI sebagai solusi berkelanjutan untuk masa depan,” jelas Dicky
Selain dibuat dari material daur ulang, mengurangi limbah plastik dan mengurangi deforestasi, bantalan ini juga berdaya tahan tinggi.
Bantalan ini memiliki masa pakai lebih panjang, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta lebih kuat dibandingkan bantalan kayu.
Tidak hanya itu, dengan umur pemakaian yang lebih panjang, biaya perawatan dan penggantian dapat ditekan.
Dicky mengatakan, langkah ini menjadi bagian penting dari salah satu persiapan menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 yang berlangsung dari 19 Desember 2024 – 5 Januari 2025.
Di Tahun 2024 khusus di wilayah operasional Daop 2 Bandung ada 1.896 bantalan sintetis, baik yang sudah terpasang dan sedang dalam proses pemasangan.
Ditargetkan, sebelum Angkutan Nataru berlangsung bantalan sintesis ini sudah seluruhnya selesai terpasang.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berinovasi untuk menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan visi KAI untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Dengan mengganti bantalan kayu oleh bantalan sintetis, kami berharap dapat berkontribusi signifikan dalam pelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang,” jelas Dicky.
(Adi)






