Kota Bandung, BriliaNews.com – Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerja sama dengan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FPEB UPI)
dan PT Phillip Sekuritas, meresmikan Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI. Pusat Penelitian Pasar Modal Syariah ini, merupakan yang pertama di Indonesia.
Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI, merupakan perluasan fungsi dari Galeri
Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia (GIS BEI) yang selama ini sudah berjalan di FPEB UPI.
Pendirian Pusat Penelitian Pasar Modal Syariah ini bertujuan untuk mendorong riset ilmiah pasar modal syariah yang
aplikatif bagi para pelaku industri, agar kesenjangan antara penelitian akademis dengan praktik
industri dalam pengembangan pasar modal syariah semakin berkurang.
Dalam sambutannya Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan dengan adanya Pusat Penelitian Pasar Modal Syariah, maka peranan GIS BEI dalam mendukung
pengembangan pasar modal syariah di Indonesia menjadi lengkap.
“Jadi, GIS BEI bukan hanya sebagai pusat kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai pusat penelitian pasar modal syariah,” kata
Jeffrey pada peresmian Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI, Senin (3/2/2025).
Rektor UPI yang
diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi UPI Prof. Dr. H.
Agus Rahayu, M.P, menyambut baik perluasan fungsi GIS BEI menjadi pusat penelitian pasar
modal syariah Indonesia yang pada akhirnya dapat mendorong inovasi pasar modal syariah.
“Lembaga ini tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga menggerakkan fungsi inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi dalam pengembangan pasar modal syariah,”
ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BEI Iman Rachman memberikan
kuliah umum kepada lebih dari 300 orang mahasiswa FPEB UPI, dengan tema “Capital Market for
Sustainable Economic Growth in Indonesia”.
Dalam kuliah umum tersebut, Iman memaparkan peran penting pasar modal Indonesia dalam mendukung dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Iman juga mengajak seluruh sivitas akademika turut
berpartisipasi di industri pasar modal Indonesia, dengan menjadi investor yang memiliki strategi yang baik dalam berinvestasi.
Ia berharap, dengan diresmikannya Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI, dapat mendorong penemuan dan inovasi baru yang bermanfaat
bagi pengembangan industri. “Sehingga dapat menciptakan industri pasar modal syariah yang lebih
inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Iman.
Untuk diketahui, pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan
positif.
Hal itu tercermin dari peningkatan jumlah saham syariah dan jumlah investor syariah dalam lima tahun terakhir.
Pada periode tahun 2019 – 2024, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI meningkat 53% dari 429 saham syariah menjadi 656 saham syariah pada 2024.
Pada periode yang sama, jumlah investor syariah meningkat 147%, dari 68.599 investor menjadi 169.397 investor.
Selain
itu, pasar saham syariah juga mendominasi pasar saham Indonesia, kapitalisasi pasar saham syariah
menguasai 55% dari total kapitalisasi pasar saham dan nilai rata-rata transaksi harian saham syariah
menguasai 55% dari rata-rata transaksi harian saham, per 31 Januari 2025.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






