Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Penghentian Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor

Kota Bandung, BriliaNews.com – Hujan deras yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Barat, masih berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor.

Sejumlah daerah seperti Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Bogor, terdampak akibat tingginya curah hujan tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang terjadi, terutama terkait meluapnya Sungai Jayanti di Kabupaten Bogor yang mengakibatkan banjir dan merendam pemukiman warga.

“Saya belum mengetahui secara pasti penyebab utama meluapnya Sungai Jayanti, namun hal ini perlu segera dikaji agar solusi yang tepat dapat diambil,” ujar Dedi Mulyadi.

Baca Juga  Banjir Bandang di Kawasan Braga, 150 Orang Dievakuasi

Namun, ia menegaskan bahwa alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor, harus segera dihentikan demi menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana lebih lanjut.

“Berdasarkan data yang kami miliki, lebih dari seribu hektare lahan perkebunan teh di Puncak, telah beralih fungsi. Ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memperburuk kondisi lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga  Curah Hujan Tinggi Diprediksi Terjadi Hingga Sepekan ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada

Gubernur berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti PTPN dan Perhutani Jabar, untuk mengembalikan fungsi konservasi lahan yang telah berubah.

“Kita tidak boleh hanya memikirkan keuntungan ekonomi jangka pendek. Sejak zaman kolonial, Belanda menanam teh di kawasan ini bukan hanya untuk produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dan perlindungan lahan,” katanya.

(Ida)