Miliki Jurusan Gizi dan Tata Boga, UPI Siap Bantu Penyelenggaraan Program MBG

Kab. Garut, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan kesiapannya, bila diminta membantu proses penyelenggaraan program MBG (Makan Bergizi Gratis)

Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan, tanpa mengecilkan arti peristiwa yang baru-baru ini terjadi, menurutnya program MBG ini sangat bagus. Keberhasilan program seperti MBG dapat di buktikan pada negara-negara lainnya, yang juga menjalankan program seperti MBG.

“Kita baru pertama melakukan program MBG ini secara masif, memberi makan untuk sekian juta siswa. Jika ada kekurangan, tentu bukan programnya yang dihentikan, akan tetapi tata kelolanya yang perlu diperbaiki. Bila ada kekurangan, perlu dikaji bersama untuk mencari solusinya,” ujar Rektor di Kab. Garut, Sabtu (6/10/2025).

Rektor menyatakan, UPI siap apabila diminta pemerintah untuk membantu jalannya program MBG ini.

Baca Juga  428 Petani Milenial Garap Komoditas Tanaman Hias dan Ubi Jalar

Terlebih, UPI memiliki jurusan keperawatan, kedokteran, gizi, dan juga tata boga.

Menurutnya, ada beberapa orang dari UPI yang menjadi konsultan, dilibatkan oleh pemerintah provinsi tidak hanya untuk MBG tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya terkait dengan kesejahteraan keluarga.

Kalau memang dibutuhkan dan diberi kesempatan baik secara langsung maupun tidak langsung, UPI siap untuk memberikan pendampingan, penyuluhan, atau memberikan peran pada mahasiswa kami untuk turut melakukan supervisi terhadap beberapa dapur MBG.

“Misalnya dengan program KKN peningkatan layanan MBG yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas, mahasiswa bisa diminta untuk menjadi superviser. Dan itu tidak memerlukan biaya, karena mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan KKN. UPI memiliki laboratorium dan dapur juga, namun saat ini sifatnya masih harus perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga  Peneliti dan Mahasiswa UPI Kembangkan Coffee Passport Berbasis Fingerprint

Lebih lanjut Prof. Didi mengungkapkan, baru-baru ini Fakultas Kedokteran UPI juga terlibat pada kegiatan UKS Final Champions.

“UKS itu pernah jaya, namun sekarang fungsinya jauh lebih terbatas. Melalui UKS Final Champions ini, UKS dihidupkan kembali, dengan mengundang ratusan hingga ribuan UKS seluruh Indonesia melalui zoom, diberikan pelatihan, dan dilombakan melalui pertandingan cerdas cermat,” tuturnya.

Salah satu misi kegiatan ini yaitu, ketika kembali ke sekolah mereka diharapkan bisa memberikan edukasi dan menjadi pengawas MBG.

“Jadi mereka harus bisa mendeteksi mana makanan yang basi dan tidak. Ketika menemukan yang basi, mereka bisa melaporkan ke gurunya, sehingga makanan tersebut tidak akan dikonsumsi. Mereka juga diharapkan bisa mengetahui porsi makanan yang empat sehat lima sempurna,” pungkas Prof. Didi.

Pewarta : Adi
Editor      : Afrida