Komisi I DPRD Jabar Prihatin Kondisi Pondok Seni di Pangandaran Kurang Terawat

Kab. Pangandaran, BriliaNews.com – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat prihatin dengan kondisi Pondok Seni di obyek wisata Pangandaran, yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Jaswita).

Menurut Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Toto Suharto, disamping kondisinya yang cukup memprihatinkan, secara fisik bangunannya pun sudah harus mendapatkan perawatan secara menyeluruh agar dapat menarik minat masyarakat untuk bisa digunakan secara maksimal.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan dari pengelola Pondok Seni, belum maksimalnya tingkat keterisian pengunjung menjadi salah satu kendala, selain persaingan antar hotel dikawasan strategis daerah obyek wisata Pantai Pangandaran. Sehingga pergerakan ekonominya dinilai relatif lebih sulit untuk berkembang. Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

“Setelah kami meninjau secara langsung, memang menjadi kendala yang cukup sulit ketika kondisinya tidak memadai,” ujar Toto di Pondok Seni, Pantai Barat Pangandaran, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga  Pemerintah Eksekusi 392.652 Konten Perjudian dari Ruang Digital

Toto melanjutkan, hal itu diperparah dengan kondisi Pondok Seni yang tidak menarik. Misalnya kondisi cat pagar yang sudah pudar, bangunan fisiknya juga memerlukan renovasi yang menyeluruh. Langkah untuk mendapatkan suntikan dana pun akan sia-sia, jika pengelolaannya asal-asalan.

“Bagaimana orang mau menginap jika tempatnya saja tidak memadai. Penataan ruangnya tidak rapi tetapi ingin mendapatkan hasil yang maksima,” kata Toto

Langkah yang tepat kata Toto, salah satunya berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam pengelolaannya. Baik itu sistemnya mau bagi hasil atau ada kesepakatan bersama antara Pemdaprov Jabar dengan pihak ketiganya. Sebab, kawasan Pondok Seni memang berada di kawasan bisnis. Sehingga pengelolaannya pun harus dilakukan yang berorientasi pada bisnis murni.

Baca Juga  Bio Farma Gelar BioFest “Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat” di 6 Kota

“Kita lihat disekitar kawasan ini (Pondok Seni) sudah banyak pemilik hotel yang berinvestasi lebih bagus. Pelayanan hingga bangunan infrastrukturnya juga lebih baik,” tambah Toto.

Lebih lanjut Toto menyampaikan Komisi I mendorong optimalisasi pemanfaatan aset Pondok Seni, agar bisa berdaya guna kembali. Meskipun pelaksanaannya pasti akan ada tantangan yang harus ditempuh. Pembangunan renovasi yang cukup menyita waktu dan proses kerjasamanya. Selain itu calon investornya juga harus sesuai kualifikasi tertentu dan sebagainya. Namun hal itu bisa dilalui jika memang dilakukan dengan serius.

“Perlu ada perhatian yang diprioritaskan untuk kawasan ini. Kami sangat mendukung jika akan ada program kerjasama yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset ini,” ucap Toto.

(Adi)