Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di tahun 2026 menargetkan penguatan tri dharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. dampak yang dimaksud bukan hanya sekedar hilirisasi hasil-hasil penelitian, tetapi bagaimana UPI bisa turut berkontribusi menyumbangkan pemikiran yang berdampak pada kebijakan nasional.
“Pemikiran ini bisa dalam bentuk UPI menjadi konsultan dan tim ahli, bisa juga dalam bentuk hasil-hasil riset, dan juga produk lainnya dari hasil riset dalam bentuk artikel, policy brief, atau buku,” kata Rektor pada Focus Group Discussion dan Media Gathering UPI Tahun 2025, di Gedung Partere UPI, Senin (29/12/2025).
Selain itu lanjut Prof. Didi, UPI juga berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dosen, dengan menaikkan pendapatan dari luar UKT mahasiswa.
“Meningkatkan pendapatan universitas di luar UKT mahasiswa, memang cukup sulit. Saat ini kami masih memanfaatkan aset-aset yang ada, seperti menyewakan asrama, training center, labschool, penyewaan lahan parkir, kantin, kemudian ada juga aset UPI yang ada di Jl. Banten yang sudah dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Ia memaparkan tahun 2026 UPI akan menambah mahasiswa S2 dan S3, baik yang reguler, hybrid, maupun yang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Selain itu, UPI juga menargetkan untuk masuk 10 besar universitas terbaik di Indonesia, serta naik di peringkat internasional.
Tahun ini pada peringkat QS Quacquarelli Symonds World University Rankings (WUR) 2026, UPI berada di posisi #391 dalam kategori Asia, naik 59 peringkat dari posisi sebelumnya di rentang #441–450.
Selain itu, pada QS Asian University Rankings (South-Eastern Asia) 2026, UPI menempati posisi #76, naik satu peringkat dari #77 di tahun sebelumnya. Sedangkan dalam kategori Indonesia, UPI naik dua peringkat yang sebelumnya berada di posisi #17 naik menjadi posisi #15.
Guna mencapai target tersebut, salah satu strateginya dengan menaikkan pendanaan riset.
Menurut Prof. Didi, saat ini anggaran UPI untuk memenuhi kebutuhan dana riset, perlu dilipat gandakan.
Ia mengungkapkan, dana riset UPI di tahun 2025 sebesar Rp15 miliar, yang kemudian dinaikkan secara total menjadi Rp58 miliar.
“Namun saya belum puas, kira-kira mana yang bisa diefisiensi, sehingga dapat kita naikkan paling tidak menjadi 70 miliar, dengan menggunakan sistem Insentif Berbasis Kinerja (IBK) baru yang lebih efisien namun lebih berkeadilan.
Lebih lanjut Rektor memaparkan, UPI juga tengah bekerja sama dengan sejumlah universitas di luar negeri untuk mendatangkan mahasiswa asing, seperti Termez State University, Tashkent State University of Economics, The Uzbekistan State World Languages University, Chirchik State Pedagogical University.
Jumlah mahasiswa asing di UPI saat ini sekitar 600 mahasiswa yang berasal dari berbagai negara, termasuk dari Uzbekistan, Tajikistan, China, Togo, Tanzania, dan Nigeria.
Tahun 2026, Prof. Didi menargetkan jumlah mahasiswa asing di UPI bisa naik hingga 1000 mahasiswa.
“Agar bisa bersaing dan menarik, kita buat sistem belajar atau kurikulumnya lebih fleksibel, biayanya kita buat lebih bersaing, fasilitasnya kita perbaiki, kurikulumnya dibuat lebih menarik, contoh alumni kita yang sudah sukses juga kita sampaikan, serta kerjasamanya juga kita perluas.
“Kami berharap di tahun 2026 UPI bisa lebih baik lagi di berbagai sisi, terutama dari sisi prestasi mahasiswa, jumlah riset yang dihilirisasi yang berdampak pada masyarakat, yang dibaca dan disitasi oleh dunia akademik dan non akademik,” pungkasnya.
Pewarta: Adi
Editor. : Afrida






