Jelang Ramadan, Pemkot Bandung Pastikan Harga Sembako Aman dan Stabil

Kota Bandung, BriliaNews.com – Jelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) masih berada dalam kondisi relatif aman dan stabil.

Fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan, meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus melakukan pemantauan harga secara intensif di sejumlah pasar tradisional.

Hasilnya, belum ditemukan lonjakan harga ekstrem yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.

“Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam,” kata Farhan, Minggu (1/1/2026).

Baca Juga  KPK Dorong Kolaborasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Jabar Suarakan Antikorupsi

Menurut Farhan berdasarkan laporan dari Disdagin, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp9.000 dibandingkan periode sebelumnya, namun dinilai jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga pada periode lalu yang sempat menembus Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Kalau dibandingkan saat saya sidak bersama Disdagin dan Bulog beberapa waktu lalu, justru kondisi sekarang lebih stabil,” ucapnya.

Sementara itu, komoditas protein hewani terpantau masih berada pada harga normal. Berdasarkan data Disdagin per akhir Januari 2026, harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.

Baca Juga  Pentas Kaulinan Tradisional Jabar Bergerak Cetak Rekor MURI

“Untuk sektor perdagingan relatif aman. Tidak ada gejolak harga yang signifikan,” jelas Farhan.

Terkait bencana longsor yang sempat terjadi di wilayah Bandung Barat (KBB), Farhan memastikan distribusi bahan pangan ke Kota Bandung tidak terganggu. Jalur distribusi dinilai tetap lancar, sehingga tidak berdampak pada pasokan maupun harga di pasar.

“Distribusi dari distributor aman. Tidak ada gangguan pasokan ke Kota Bandung,” ujarnya.

(Adi)