OJK Jabar Perkuat Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Pengembangan Ekonomi Daerah

Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis sepanjang Triwulan I 2026.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengatakan, komitmen tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan secara masif.

Hingga Maret 2026, OJK Jawa Barat telah melaksanakan 640 kegiatan edukasi dengan melibatkan 1,27 juta peserta, baik melalui edukasi langsung, digital, maupun kolaborasi dengan pelaku jasa keuangan.

“Kami berkomitmen agar masyarakat Jawa Barat semakin cerdas dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” ujar Darwisman dalam kegiatan media update Triwulan I Tahun 2026, di Bandung, baru-baru ini.

Selain edukasi, OJK Jawa Barat juga memperkuat perlindungan konsumen melalui layanan pengaduan konsumen dan penanganan dugaan pelanggaran di sektor jasa keuangan.

Baca Juga  Bey Machmudin Ingin Lebih Banyak Tokoh Jabar Jadi Pahlawan Nasional

Sepanjang Januari 2026, Kantor OJK di Jawa Barat telah menerima 67 laporan pengaduan masyarakat, dengan permasalahan tertinggi antara lain terkait restrukturisasi/Relaksasi Kredit/Pembiayaan, permasalahan agunan/Jaminan, keberatan lelang hingga fraud eksternal.

Di sisi lain, OJK bersama Satgas PASTI Daerah aktif melakukan tindakan preventif dan represif terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Perlindungan konsumen adalah prioritas utama, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam bertransaksi di Industri Jasa Keuangan,” ujar Darwisman.

OJK Jawa Barat bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga terus mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Program unggulan seperti Asuransi Mikro untuk Petani, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta GEULIS Jabar untuk inklusi saham menjadi bagian dari orkestrasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.

Baca Juga  Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jawa Barat Antisipasi Stagflasi

Sebagai bagian dari roadmap pengembangan ekonomi daerah, OJK Jawa Barat bersama TPAKD menekankan penguatan sektor riil melalui Akselerasi Agribisnis. Fokus diarahkan pada komoditas unggulan seperti domba, sapi perah, ayam petelur, ikan air tawar, pisang cavendish, nanas, kopi, dan kakao.

Strategi ini bertujuan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di pedesaan, meningkatkan akses pembiayaan produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong hilirisasi agar nilai tambah ekonomi tertahan di daerah.

“Pengembangan ekonomi daerah berbasis agribisnis adalah mesin katalisator pertumbuhan Jawa Barat. Dengan sinergi lintas sektor, kami ingin memastikan potensi lokal benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan,” ujar Darwisman.

“OJK Jawa Barat selalu hadir sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan literasi, melindungi konsumen, dan memperkuat ekonomi daerah, sehingga Jawa Barat semakin resilien menghadapi tantangan global,” tutup Darwisman.

(Adi)