Sasar 4 Juta Anak Tanpa Akses Pendidikan, UPI dan Kemensos Kolaborasi Kembangkan Sekolah Rakyat

Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima audiensi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan Sekolah Rakyat di Gedung Rektorat UPI, kota Bandung Jumat (20/4/2026).

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, beserta jajaran, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, bersama tim.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, menjelaskan, pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis dalam pengembangan Sekolah Rakyat, sebagai program pendidikan berbasis boarding school yang menekankan pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia memaparkan masih terdapat sekitar empat juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama, mengingat pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mobilitas sosial serta mengurangi kesenjangan di masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap program Sekolah Rakyat mampu menjangkau kelompok tersebut, melalui pendekatan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Robben mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan UPI memiliki keinginan untuk berkolaborasi, dalam menyukseskan program gagasan Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka memberikan akses pendidikan tersebut.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

“Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata berupa pemutusan rantai kemiskinan di masing-masing keluarga,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hasil pertemuan hari ini sangat produktif. Banyak hal yang kami sampaikan ternyata sejalan dan selaras dengan program yang ada di UPI.

“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik,” ujar Robben.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor UPI Agus Setiabudi menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum bagi UPI, untuk berperan aktif dalam menjawab kebutuhan nyata di bidang pendidikan.

Ia menyatakan kesiapan UPI untuk berkontribusi melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, serta pendampingan penyelenggaraan pendidikan.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman, pelaksanaan proyek percontohan Sekolah Rakyat unggulan, serta penyusunan roadmap pendidikan hingga tahap kemandirian lulusan.

Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi peserta didik, untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Baca Juga  Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur dan Siapkan Rekayasa Keramaian Jelang Nataru

“Yang jelas, kita akan mengikuti target-target dari Kemensos dan memberikan dukungan dari sisi “software” penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Jadi, kita tidak memiliki kapasitas untuk menentukan target secara langsung, tetapi kita mendukung target yang telah ditetapkan oleh Kemensos,” ucapnya.

Setelah pertemuan ini, lanjut Agus, langkah awal yang akan dilakukan adalah implementasi beberapa kerja sama nyata dalam waktu dekat. Pertama, mereka membutuhkan bantuan tenaga guru.

Namun, tahap awal UPI akan mendukung dengan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan (P3K).

Selanjutnya, Kemensos akan melihat kapasitas mahasiswa UPI. Jika memiliki prospek, ke depan bisa direkrut menjadi staf. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah.

“Jadi, pada intinya, UPI sudah siap. Justru ini yang kita cari, yaitu kebutuhan nyata di lapangan. Kebetulan kebutuhan tersebut datang langsung dari Kemensos, sehingga kita tinggal menyalurkan kapasitas yang kita miliki, “ tutup Agus.

(Adi)