OJK Jabar Dorong Pelajar Jadi Generasi Cakap Finansial

Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendodrong para pelajar menjadi generasi yang cerdas finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi disrupsi era digital.

Ajakan ini disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, pada Workshop Literasi Keuangan bagi Pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat di Bandung, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan 300 peserta secara daring, terdiri dari pelajar SMA/SMK serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Selain sesi edukasi keuangan, workshop juga menampilkan pentas seni dan budaya oleh pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat yang mencerminkan bahwa pembelajaran finansial dapat berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya.

“Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya sistematis meningkatkan literasi keuangan generasi muda, sekaligus meneguhkan karakter serta kecintaan terhadap budaya daerah,” tuturnya.

Darwisman menururkan kemampuan mengelola keuangan, merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki oleh generasi muda.

Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diwaspadai.

Baca Juga  Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2025 Digelar, 262 Atlet dari 24 Provinsi Siap Bertarung di Kota Bandung

Ia mengajak para pelajar untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini, melalui pencatatan keuangan, penyusunan prioritas kebutuhan, serta membiasakan diri menabung secara rutin.

“Mulailah dengan prinsip sederhana, yaitu sisihkan, bukan sisakan. Banyak orang ingin menabung dari uang yang tersisa, padahal sering kali tidak ada yang tersisa. Karena itu, menabung harus menjadi prioritas sejak awal, bukan menunggu ada sisa uang,” ujar Darwisman.

Lebih lanjut, Darwisman juga mengingatkan agar pelajar tidak terjebak pola pikir YOLO (You Only Live Once) dan FOMO (Fear of Missing Out) yang kerap memicu perilaku konsumtif di kalangan generasi muda.

“Jangan hanya karena ingin mengikuti tren kemudian membeli semua yang sedang viral menggunakan paylater. Barangnya memang dapat dinikmati hari ini, tetapi tagihannya tetap harus dibayar di kemudian hari. Keputusan keuangan yang baik adalah keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan masa depan,” tegas Darwisman.

Selain itu, Darwisman juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun aktivitas keuangan ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, OJK Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menargetkan peningkatan pemahaman pelajar mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pengenalan risiko kejahatan keuangan digital, dan pembentukan generasi yang cerdas finansial, berkarakter, berbudaya, serta berdaya saing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Darwisman.

Baca Juga  Gubernur Jabar Rotasi Sejumlah Pejabat, Dedi Mulyadi: Kerja dengan Saya Capek, Banyak Gagasan Tiba - Tiba

Pada kesempatan yang sama Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji menekankan, bahwa generasi muda perlu dibekali dengan berbagai literasi penting untuk menghadapi perkembangan jaman, termasuk literasi keuangan dan literasi budaya.

Menurutnya, generasi muda Jawa Barat harus menjadi generasi yang gemar belajar, mencintai budaya, serta memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar yang inspiratif melalui kolaborasi antara literasi, budaya, dan edukasi keuangan,” ujar Kusmana Hartadji.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, menekankan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting bagi para pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tantangan di era digital.

“Anak-anak kita harus memiliki kemampuan mengelola keuangan sejak dini, agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tren yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan mereka,” kata Siti Muntamah.

(Adi)