Soreang, BriliaNews.com – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menggelar aksi Pengabdian pada Masyarakat (P2M) berbasis pemberdayaan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Soreang, Kab. Bandung, pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk merespon tantangan gelombang transformasi teknologi, yang menuntut kesiapan adaptasi yang merata hingga ke tingkat daerah.
Perwakilan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Farida Arianti Handayani, M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif UPI menggelar kegiatan tersebut.
“Literasi digital mutlak diperlukan agar PKBM di Kabupaten Bandung mampu bertransformasi secara inklusif,” tuturnya.
Mengangkat judul riset dan pengabdian “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Literasi Digital untuk Mendukung Transformasi Masyarakat Digital di Kabupaten Bandung”, kegiatan ini menyasar 40 tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Bandung.
Angkatan ini diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) dalam mengikis kesenjangan digital di wilayahnya.
Ketua Tim Pengabdian Pada Masyarakat, Ardiansah, M.I.Kom., menjelaskan, bahwa akselerasi digital harus diimbangi dengan kecerdasan memilah informasi yang sehat.
“Kita tidak ingin masyarakat sekadar menjadi konsumen teknologi yang pasif. Pemberdayaan sejati terjadi ketika komunitas PKBM mampu memanfaatkan ekosistem digital secara aman, kritis, dan produktif untuk kesejahteraan sosial-ekonomi mereka,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kurikulum pelatihan P2M ini disusun secara tematik dan solutif melalui dua pilar utama. Sesi awal dibuka dengan kolaborasi antara Ardiansah, M.I.Kom bersama Fikri Dwi Oktaviani, M.I.Kom yang memaparkan materi inti: Literasi Digital.
Fokus pelatihan diarahkan secara praktis pada aspek keamanan siber (cyber security) personal, etika bermedia sosial, hingga teknik optimalisasi perangkat digital untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di lingkungan PKBM.
Memasuki sesi siang, suasana ruang pelatihan semakin interaktif saat Dr. Linda Setiawati, M.Pd. dan Liddya Ganda Asmara, M.IKom, mengambil alih panggung untuk membedah materi Literasi Kesehatan.
Di era banjir informasi digital, kemampuan masyarakat dalam menyaring hoaks medis, memverifikasi info obat-obatan, serta mengakses layanan kesehatan digital (telemedicine) secara bijak menjadi urgensi dasar yang menyelamatkan hidup.
“Melalui sinergi akademik-praktisi ini, UPI berkomitmen mendampingi seluruh elemen PKBM di Kabupaten Bandung, agar tidak hanya siap menghadapi masa depan tetapi juga mampu memimpin transformasi masyarakat digital yang inklusif dan sehat informasi,” pungkasnya.
(Adi)






