Kota Bandung, BriliaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja positif pada Semester I Tahun 2026.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 2 Bandung melayani 2,8 juta pelanggan, meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2,5 juta pelanggan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menilai capaian ini menjadi indikator, bahwa layanan yang terus ditingkatkan oleh KAI mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia mengungkapkan,
bulan Maret 2026 menjadi periode dengan jumlah pelanggan tertinggi, yaitu mencapai 529.495 pelanggan.
“Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Angkutan Lebaran 2026, dimana kereta api menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, selama periode tersebut, KA Cikuray menjadi kereta api favorit pelanggan dengan melayani 152.708 pengguna jasa, diikuti KA Kahuripan sebanyak 132.310 pengguna jasa dan KA Kutojaya Selatan sebanyak 124.051 pengguna jasa.
Angka itu disusul KA (129B) Papandayan dengan total pengguna jasa 115.503, KA (127) Pangandaran Total Pengguna Jasa 95.213, dan KA (70) Malabar Total Pengguna Jasa 77.719.
KA Cikuray, Kahuripan, Kutojaya Selatan, hingga Papandayan, menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan mobilitas dengan tarif yang kompetitif, jadwal perjalanan yang sesuai, serta layanan yang terus ditingkatkan.
“Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Kuswardojo.
Selain kereta api favorit, data perjalanan Semester I Tahun 2026 juga menunjukkan Stasiun Gambir dengan total pengguna jasa 268.008 pelanggan, masih menjadi destinasi paling diminati pelanggan yang berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung.
Jumlah ini disusul Kota Yogyakarta sebanyak 187.471 pelanggan, Pasarsenen 123.034 pelanggan, dan Bekasi sebanyak 85.047 pelanggan sebagai tujuan favorit masyarakat.
Menurut Kuswardojo, dominasi perjalanan menuju Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat baik untuk perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, maupun silaturahmi.
“Destinasi seperti Gambir, Yogyakarta, Pasarsenen, hingga Surabaya Gubeng terus menjadi tujuan favorit, karena memiliki aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata yang tinggi,” ujarnya.
(Adi)






