Kota Bandung, BriliaNews.com – Pada Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan Jawa Barat mencatatkan surplus 11,31 miliar US Dollar. Pada Mei 2026 saja, Jabar mencatatkan surplus 2,41 miliar USD.
Kepala OJK Jawa Barat Darwisman mengungkapkan, surplus perdagangan Jabar masih tetap kuat meskipun nilai ekspor bulanan mengalami moderasi.
Menurutnya, sektor industri menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan kontribusi 98,76 persen. Sementara sektor migas hanya berkontribusi sebesar 0,62 persen, sektor pertanian 0,61 persen, dan sektor tambang 0,01 persen.
“Jadi tidak terbayang kalau kondisi sektor industri Jabar terganggu, sementara sektor ini menjadi penyumbang devisa terbesar,” tutur Darwisman pada kegiatan Bancakan Babarengan Calik Ngobrolkeun Sektor Jasa Keuangan Jabar 2026 bersama OJK Jabar, di Bandung (30/7/2026).
Ia menambahkan, negara tujuan terbesar ekspor Jabar yakni Amerika Serikat, Filipina, Vietnam, dan Thailan.
Ekspor ke negara-negara tersebut mengalami surplus, sebesar 2,48 juta USD pada perdagangan ke Amerika Serikat, diikuti Filipina surplus 1,46 miliar USD, Vietnam surplus 803,59 juta USD, dan Thailand surplus 763,63 juta USD.
Sementara perdagangan ke Taiwan dan Tiongkok mengalami defisit sebesar 36,61 juta USD dan 912,38 juta USD.
“Perdagangan dengan Tiongkok mengalami defisit mengingat banyaknya produk Tiongkok yang diimpor, membanjiri pasaran di dalam negeri, khususnya di Jawa Barat,” pungkasnya.
(Adi)






