Kota Bandung, BriliaNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan pembahasan 13 rancangan peraturan daerah (ranperda) dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026, dapat diselesaikan tahun ini.
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan di
tahun 2026 ini awalnya ada 15 Ranperda yang diajukan dan masuk dalam Propemperda 2026, 10 ranperda usulan dari eksekutif dan 5 ranperda inisiasi dewan (prakarsa). Tapi dalam perjalanan, terjadi pergeseran. Dari 5 Ranperda prakarsa Dewan, 2 diantaranya ditarik (dibatalkan) karena satu dan lain hal.
Namun dari 3 Ranperda Prakarsa DPRD tersebut, hanya 2 ranperda yakni ranperda Pemajuan Kebudayaan, Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas yang dibahas tahun 2026. Sedang ranperda Orang Dengan Penyimpangan Seksual yang merupakan prakarsa komisi 5 tersebut, digeser ke tahun 2027 karena Naskah Akademik (NA) nya belum siap.
Ia berharap Januari pertengahan atau paling telat Januari akhir sudah masuk Ranperda-nya ke Bapemperda, sehingga Pansus sudah mulai bisa bergerak dan paling sebulan dua bulan selesai.
“Setelah saya dan kawan-kawan Bapemperda menelaah lebih dalam, itu baru siap di awal 2027. Kita geser ke ’27. Targetnya semester 1 tahun 2027 Perdanya harus sudah kelar.
Jadi, secara praktis inisiatif dewan tahun ini tiga,” ujar
Daddy Rohanady di Bandung, pekan lalu.
Sementara usulan dari eksekutif lanjut Daddy Rohanady, awalnya 10 ranperda ternyata yang rasional, betul-betul rasional kita anggap hanya 6 ranperda. Namun baru-baru ini Gubernur Jabar menyampaikan lagi permintaan ranperda baru, yakni terkait dengan Sangga Buana, baik pembentukan BUMD-nya maupun penyertaan modalnya. Jadi praktis dua.
Kemudian Perda SOTK Perubahan 26/ 2010 itu saya kira harus direvisi, karena ada rencana cukup besar terkait dengan OPD dan Perda tentang Hari Kebudayaan Sunda.
“Terkait dengan PT Sangga Buana, mungkin kawan-kawan sudah dengar juga, Sangga Buana ini akan jadi holding investasi. Jadi holding investment BUMD induk, mirip-mirip Danantara kalau di pusat,” ujar Daddy.
(Ida/Adhikarya Parlemen)






