Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, kinerja pasar modal di Jawa Barat masih menunjukkan tren positif.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan, Jawa Barat kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan jumlah Single Investor Identification (SID) terbesar di Indonesia.
“Hingga Juni 2026, jumlah SID mencapai 5,78 juta atau sekitar 20,02 persen dari total nasional,” ungkapnya Rabu (2/9/2026).
Ia menilai, tingginya jumlah investor tersebut menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi formal.
Ia menambahkan, jumlah Investor Surat Berharga Negara (SBN) di Jawa Barat tercatat sebanyak 308.404 investor, terbesar kedua secara nasional setelah DKI Jakarta.
Dari sisi aktivitas transaksi, total nilai transaksi saham dari investor Jawa Barat mencapai Rp42,67 triliun, terbesar ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Hingga saat ini, sebanyak 85 perusahaan asal Jawa Barat telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), berasal dari berbagai sektor seperti perbankan, telekomunikasi, properti, makanan dan minuman, otomotif, migas, serta jasa konsumen.
Perkembangan sektor Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Fintech Peer-to-Peer Lending, dan Dana Pensiun menunjukkan tren yang beragam.
Total pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Mei 2026 mencapai Rp82,25 triliun atau tumbuh 4,81 persen dengan rasio NPF sebesar 3,71 persen.
Sementara itu, perusahaan modal ventura menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,33 triliun atau tumbuh 6,68 persen dengan rasio NPF 5,04 persen.
Di sektor fintech P2P lending, outstanding pembiayaan per Desember 2025 mencapai Rp23,94 triliun atau tumbuh 22,39 persen dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 3,29 persen. Jumlah rekening fintech di Jawa Barat juga telah mencapai 7,15 juta rekening.
“Adapun total aset dana pensiun pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp22,25 triliun atau turun 2,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Darwisman.
(Adi)






