Bandung, Brilianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi setiap inovasi yang dihasilkan warga, terlebih disaat pandemi Covid-19 saat ini.
Seperti apresiasi yang diberikan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kepada alat pencegahan dini kebakaran Sistem Proteksi Kebakaran Lingkungan (Siprokarling).
Pompa air portabel yang bisa dioperasikan oleh sepeda motor ini, hasil bengkel produksi Bahtera Dunia Pratama.
Wakil wali kota menilai inovasi pompa portabel ini sangat cocok dioperasikan di Kota Bandung. Pompa ini bisa berfungsi sebagai alat pemadam kebakaran.
Dengan desain yang sederhana dan berdimensi kecil, pompa ini memiliki daya jangkau lebih fleksibel untuk mencapai hingga ke pemukiman penduduk.
“Kita tidak pernah tahu kebakaran bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Dengan karakter Kota Bandung yang jalannya juga cukup banyak dan sangat terbatas, bisa dihadiri oleh mobil damkar yang ada. Alat ini bisa jadi salah satu solusi upaya memadamkan kebakaran di tempat yang relatif sulit dijangkau oleh mobil kebakaran kita,” kata Yana usai uji coba pompa portabel di BTM, Jalan Ibrahim Adjie, Senin
(8/3/2021).
Dengan pengoperasian yang cukup sederhana, menurut Yana alat ini cukup layak dimiliki oleh tingkat kelurahan atau kecamatan. Sehingga bisa memberikan penanganan dini apabila terjadi insiden kebakaran, karena bisa mengakses ke segala medan.
Menurutnya, sesuai dengan karakter pemukiman di Kota Bandung, maka alat ini bisa menjadi solusi utama mengingat respon terhadap insiden kebakaran menjadi faktor penting dalam penanganan.
“Ini condong ke kewilayahan (Kelurahan dan Kecamatan) karena banyak daerah sempit yang sulit dijangkau mobil. Karena prinsipnya memadamkan kebakaran itu respon time, jadi sangat penting. Semakin cepat merespon dengan air saja, bisa cepat menurunkan suhu. Cepat tertolong, dan mengurangi perambatan,” bebernya.
Kelurahan atau kecamatan tinggal memberdayakan warganya untuk mempelajari cara pemasangan instalasi dengan baik dan benar. Sehingga alat bisa bekerja secara optimal
“Ini saya pikir sifatnya harus partisipatif, memang harus ada sekelompok masyatakat yang terlatih mengoperasikan alat ini. Meskipun tingkat keamanan tinggi, tadi saya coba dan tekanannya tidak terlalu membahayakan,” ucapnya.
Lebih lanjut Yana menyampaikan, pompa portabel ini juga bisa untuk mengurangi genangan air. Hanya perlu beberapa penyesuaian mengingat prinsip kerjanya yang serupa.
“Mungkin sedikit dimodifikasi karena jangan sampai keluarnya memancar dengan bar yang tinggi, mungkin sedang dan menyebar tapi sedotannya yang tinggi. Metodenya mungkin dibalik tapi fungsinya sama memindahkan air dari satu titik ke titik lain,” ujarnya.
Pompa air portabel ini memiliki ukuran serupa koper berukuran 20 inch. Terdiri dari rangkaian untuk alas standar ganda sepeda motor yang bisa fleksibel dan disesuaikan untuk menggerakan roda yang bekerja secara kinetik menyedot air.
Riza Ardiansyah, design engineer dari alat tersebut mengungkapkan, pompa ini memiliki tekanan di kisaran 3,5-4,5 bar dengan kekuatan pancar air sebesar 2,4-2,6 liter per detik.
Saat ini Riza bersama tim produksi mencoba memasang infrastruktur pompa di daerah Antapani dan Sekeloa, termasuk infrastruktur penunjang untuk penyediaan air.
“Ini masih pilot plan, tapi kita sudah beres uji kelayakannya. Jadi sekarang kita sudah mendapatkan sertifikasi dan sudah sesuai dengan standar dari Damkar (Pemadam Kebakaran),” kata Riza. (Adi)






