Kyiv, Ukraina, Brilianews.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kecam serangan Rusia di daerah perkotaan.
Dilansir dari Associated Press, Ia mengatakan serangan tersebut jelas-jelas merupakan operasi militer yang menyebarkan teror.
“Tak ada yang akan mengampuni, Tak ada yang akan melupakan,” ucap Zelenskyy setelah serangan yang menimbulkan pertumpahan darah terjadi di alun-alun Kharkiv, kota kedua terbesar di Ukraina, dan pengeboman menara TV di ibukota Kyiv, Selasa (1/3/2022) kemarin.
Kantor Zelenskyy juga melaporkan serangan misil pada tugu memorial Babi Yar Holocaust, yang berada di sebelah menara TV. Belum diketahui separah apa kerusakan yang terjadi.
Masyarakat Ukraina melihat serangan pada alun-alun Freedom Square, pusat dari keramaian kota Kyiv, menjadi bukti bahwa agresi Rusia tidak hanya menyasar target militer.
Zelenskyy mengatakan dirinya membantah klaim Rusia bahwa mereka hanya mengincar target militer. Ia juga mencatat 16 korban tewas anak-anak pada serangan hari senin.
“Dimana anak-anak itu berada ? Pabrik militer apa tempat mereka bekerja ? Tank apa yang mereka gunakan ?” ucap Zelenskyy.
Pertemuan pertama antara Rusia dan Ukraina sejak invasi, diadakan pada hari Senin, namun berakhir dengan persetujuan untuk mengadakan pertemuan kembali. Di hari Selasa, Zelenskyy mengatakan Rusia harus menghentikan pengeboman dahulu sebelum mengadakan pertemuan kembali. (Adi)






