Optimistis Pandemi Membaik, Ridwan Kamil Dorong Pembangunan Infrastruktur

Kab. Majalengka, Brilianews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis tahun 2022 kondisi pandemi COVID-19 akan membaik.

Dengan demikian, pihaknya bisa kembali fokus membangun infrastruktur, yang selama dua tahun ini sempat terhenti akibat refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19.

“Tahun 2022 ini, Insya Allah, kita bisa melewati pandemi ini,” ucapnya saat menghadiri Penutupan Pengajian Rutin Jumat Wage Pondok Pesantren Lirboyo V di Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/3/2022).

Ia menuturkan, apabila pemerintah pusat telah menetapkan status pandemi menjadi endemi, maka COVID-19 akan dianggap seperti penyakit flu biasa karena tidak membahayakan lagi.

Baca Juga  Targetkan Selesai Akhir Tahun 2023, Progres Fly Over Ciroyom Sudah 33,5 Persen

Menurutnya, perubahan kearah endemi sudah mulai terlihat, salah satunya dari tingkat keterisian rumah sakit yang rendah walaupun kasus meningkat.

“COVID-19 suatu hari akan sama dengan penyakit flu biasa. Meski penyakit ini tetap hadir, tapi tidak membahayakan lagi,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.

Selama dua tahun pandemi COVID-19, Pemda Provinsi Jabar menghentikan sejumlah proyek pembangunan karena anggarannya dialihkan untuk penanganan COVID-19, maupun bantuan sosial.

Bahkan, Jabar sempat kehilangan pendapatan sekitar Rp 5 triliun karena pembatasan aktivitas perekonomian.

Baca Juga  Hari Indonesia Menabung, OJK Ajak Pelajar Kenali Keuangan

“Kami hilang Rp 5 triliun oleh COVID-19 yang seharusnya itu untuk membangun jalan dan infrastruktur lainnya, karena anggarannya ditarik dulu untuk menyelamatkan nyawa dan bansos,” tutur Kang Emil.

Ia memastikan, bila situasi COVID-19 telah membaik dan perekonomian kembali sepenuhnya pulih, maka pembangunan di Jabar akan dilanjutkan.

Sejumlah rencana pun telah disiapkan seperti membangun jembatan, pengaspalan jalan, hingga pembangunan rumah-rumah ibadah.

“Pasca pandemi kita akan fokus lagi membangun jembatan, pengaspalan, membangun gedung pesantren dan infrastruktur lainnya yang selama dua tahun ini tertahan,” jelas Kang Emil. (Afr/ Adi)