Implementasi Pancasila Harus Dimulai Dari Masa Kanak-Kanak

Bandung, Brilianews.com – Pancasila adalah dasar ideologi Negara Republik Indonesia. Pancasila digunakan sebagai landasan bagaimana hidup bermasyarakat di Indonesia.

“Pancasila menjadi landasan ideologi negara republik Indonesia, harus dilandasi dengan perilaku yang dimulai dari masa kecil, pembiasaan menjadi karakter baik,” tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jawa Barat Dr. Ir. Hj. Rd. Dewi Sartika, usai menghadiri diskusi Hari Lahir Pancasila di Gedung Sate, Bandung (1/6/2022).

Sebagai bentuk implementasi Pancasila, Pemprov Jabar dalam hal ini Diskominfo Jabar bekerja sama dengan Aria Production, juga membuat ulang serial Kabayan dalam bentuk modern.

“Terima kasih para tokoh-tokoh budayawan dan juga Diskominfo, yang telah mendokumentasi budaya Jabar melalui film Kabayan. Ini akan melestarikan nilai-nilai budaya Jabar sebagai bagian dari implementasi Pancasila yang ada pada masyarakat kita,” tuturnya.

Koordinator Tim Gugus Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat Dr. Buky Wibawa mengapresiasi dibuat ulangnya Kabayan dalam bentuk modern.

“Saya pribadi melihat upaya revitalisasi tentang cerita Kabayan yang dilakukan oleh Diskominfo dan kawan-kawan, merupakan upaya yang patut mendapat apresiasi dari kita semua, karena Jabar itu kaya dengan produk warisan budaya yang begitu beragam,” ujar Buky.

Baca Juga  Suvenir Delegasi G20, Presiden Jokowi Pesan Radio Kayu dan Jam Tangan Kayu Produk UMKM Jabar

Walau begitu, Buky mengingatkan agar serial ini bisa disesuaikan dengan perkembangan jaman, sehingga dapat diterima oleh generasi modern.

“Tapi yang paling (penting) bagi saya adalah bagaimana nilai-nilai budaya ini aplikatif, mengikuti perkembangan jaman sehingga dia bisa diterima oleh generasi-generasi berikutnya,” ujar Buky.

Sementara itu pada diskusi yang bertema “Implementasi Pancasila Dalam Kepribadian Budaya”,
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Barat Yayat Hidayat mengingatkan adanya potensi ancaman terhadap tumbuh suburnya Pancasila di Jabar.

“Survei yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov Jabar menyebutkan, masih ada potensi ancaman terhadap tumbuh suburnya Pancasila di wilayah Jabar. Yang paling menonjol ada tiga hal. Pertama, berkembangnya hoax. Yang kedua adalah intoleransi. Ketiga adalah SARA. Ini sangat berpotensi terhadap gangguan kesatuan, keamanan, dan yang paling pokok pembangunan di Jabar,” ujar Yayat.

Baca Juga  Presiden Berikan Bansos kepada Para Pedagang di Pasar Baru Subang

Hal senada disampaikan pengamat sosial budaya Prof Dr Muradi.

Ia menegaskan negara perlu hadir sebagai penjaga ideologi. Hal itu penting, karena berdasarkan hasil survey (hari ini), pemahaman masyarakat akan sila kesatu dan kedua dari Pancasila masih rendah. “Orang masih mempertanyakan ke Tuhanan kita seperti apa, ” ujarnya.

Menurut Muradi sampai hari ini suka tidak suka, Jabar masih dianggap tidak ramah terhadap perbedaan.

Pada kesempatan yang sama, aktor sekaligus sutradara Dicky Chandra berharap, pengamalan Pancasila tidak hanya sebatas hafalan namun bisa dijalankan pada kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan Pancasila ini tidak hanya dihafalkan, bukan sekedar tahu tapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa menjadi culture, menjadi budaya kita. Insya Allah Pancasila adalah bagian dari kita, kita adalah bagian dari Pancasila,” tuturnya. (Adi/ Afr)