BPBD Jabar Bangun Tenda Serbaguna di RS Rujukan COVID-19

BPBD Jabar Bangun Tenda Serbaguna di RS Rujukan COVID-19
BPBD Jabar Bangun Tenda Serbaguna di RS Rujukan COVID-19

Kota Bandung, Brilianews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar membangun tenda-tenda serbaguna di rumah sakit rujukan COVID-19, untuk membantu pasien yang terus berdatangan dan tidak tertampung.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan menyebutkan, tenda serbaguna dibangun agar tidak ada lagi pasien yang terbaring di lorong atau selasar instalasi gawat darurat dan menjadi preseden buruk penanganan COVID-19 di Jabar.

“Meskipun BOR kita saat ini sudah turun, namun tenda itu tetap kita bangun, mengantisipasi kejadian serupa seperti pada awal hingga pertengahan Juni kemarin,” katanya lewat sambungan telepon, Senin (19/7/2021).

Baca Juga  Update Kecelakaan KA di sStasiun Bekasi Timur, 14 Meninggal Dunia dan 84 Korban Luka - Luka, KAI Kembali Sampaikan Duka Mendalam

Menurut Dani, pengadaan tenda serbaguba berasal dari bantuan pemerintah pusat berupa dana sewa untuk tenda.

“Kita dapat bantuan dari BNPB untuk penyewaan tenda. Jadi kalau sudah tidak digunakan, tendanya nanti dikembalikan. Sementara untuk pengadaan sarana penunjang lainnya seperti velbed dan toilet portable, disediakan oleh BPBD Jabar,” jelasnya.

Saat ini baru di enam ruamah sakit rujukan yang sudah dibangun tenda serbaguna, yaitu di RSUD Al Ihsan milik Pemda Prov Jabar di Kabupaten Bandung, RSUD Majalengka, RS Sumber Waras Cirebon, RS Paru Cirebon, RS Mitra Plumbon Cirebon, dan RSUD Subang.

Baca Juga  Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tetap Digelar Tahun 2021 Dengan Protokol Kesehatan

“Rencananya ada 50 rumah sakit rujukan baik pemerintah maupun swasta yang akan dipasang tenda serbaguna. Namun bertahap, dengan syarat rumah sakut yang bersangkutan harus memiliki lahan untuk pendirian tendanya,” jelas Dani.

Selain tenda serbaguna, BPDB juga membangun toilet portabel, agar pasien tidak harus jauh – jauh pergi ke toilet rumah sakit. Pemasangan tenda serba guna itu dimulai sejak pertengahan Juli. (Afr)