Kota Bandung, Brilianews.com – PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) akan merehabilitasi sekitar 1.006,77 hektare lahan kritis yang tersebar di 19 kebun sewilayah Jawa Barat dan Banten.
Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo mengatakan, sampai tahun 2026 target pemulihan berupa konservasi sebanyak 402.708 pohon yang berlokasi di 19 kebun dengan total luasan 1.006,77 hektare.
“PTPN VIII memliki komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan memperbaiki kerusakan alam dan melindungi seluruh potensi sumber daya alam bagi kelangsungan hidup masyarakat, ” ,” kata Didik Prasetyo dalam siaran persnya, Rabu (19/1/2022)
Didik menandaskan pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan target utama penghijauan, perbaikan ekosistem, revitalisasi dan konservasi untuk resapan air.
Upaya yang akan dilakukan dengan cara penanaman pohon endemik di daerah lahan kritis, lahan gundul, daerah potensi banjir, kekeringan dan eks areal penebangan liar, berkoordinasi dengan aparat dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk penghijauan.
Menurut Didik Program Rehabilitas Lahan Kritis PT Perkebunan Nusantara VIII menargetkan pelaksanaan penanaman pada tahun 2021 sampai tahun 2022 dan target pemeliharaan dilaksanakan pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2026.
Sebagai langkah awal, kata dia, PTPN VIII telah mencanangkan program rehabilitasi lahan kritis pada tanggal 11 Maret 2021 di lahan seluas 82,71 hektare, dengan jumlah pohon sebanyak 27.862 pohon (populasi 400 pohon/hektare) yang berada di beberapa unit Kebun PTPN VIII sebagai bentuk pencegahan alih fungsi lahan dan bencana alam.
Empat lokasi menjadi fokus program rehabilitasi lahan kritis, yakni Kebun Gedeh-Mas Kabupaten Bogor, Kebun Kertamanah Kabupaten Bandung, Kebun Cikumpay Kabupaten Purwakarta dan Kebun Cisalak Baru Provinsi Banten.
Ia menambahkan Rehabilitasi Lahan Kritis di Jawa Barat dan Banten merupakan kewajiban semua. Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta, organisasi non pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, masyarakat dan pihak lain.
“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk untuk kesuksesan program ini,” kata Didik Prasetyo.
Dalam Program Rehabilitasi Lahan Kritis di Jawa Barat dan Banten ini, PTPN VIII membuka kesempatan berkolaborasi sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi perusahaan BUMN maupun swasta untuk turut serta menanam pohon di areal lahan kritis. (Ida)






