Bandung Brilianews.com – Pocari Sweat kembali mengadakan lomba lari maraton secara hybrid. Event ini akan di adakan pada 24 Juli 2022. Pendaftarannya sendiri sudah dimulai sejak 9 Maret 2022 lalu, melalui mobile apps Born To Sweat, yang bisa diunduh di Play Store dan App Store.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung event tahunan ini, terlebih karena olah raga membuat masyarakat tetap bugar di kala pandemi.
“Kita gak boleh berhenti berolah raga kan. Ada catatan tadi pagi saya baca. WHO menyampaikan laporan ada 5 juta orang meninggal setiap tahun karena kurang bergerak, penyakit dari gaya hidup kurang bergerak. Ini buat generasi rebahan, ” tuturnya pada Virtual Press Launch Pocari Sweat Run 2022 di Gedung Sate Bandung, Rabu (16/3/2022).
Ridwan Kamil menyambut positif event ini, yang diyakininya akan lebih sukses. Apalagi situasi COVID-19 sudah mulai turun, Omicron kita juga turun, keterisian rumah sakit lagi rendah, makanya ada rencana pandemi ke endemi.
“Itu kan berita bahagia,” tuturnya.
Ridwan Kamil juga mengatakan event Pocari Sweat Run, merupakan salah satu trend baru yaitu sport tourism.
“Sport tourism. Ini lagi naik daun. Weekend kan di Mandalika, Moto GP. Itu contoh sport tourism. Kalau ga ada sport tourism, orang ke Mandalika, alasannya tidak terlalu banyak. Tapi sekarang kan penuh, sampai ada yang kemping segala. Jadi menurut saya, di era post Covid tourism ini, sport tourism ini harus di seriusin. Menurut saya itu trend di masa depan seperti itu,” imbuhnya.
Ia menambahkan jika sport tourism terus dikembangkan, perekonomian masyarakat di sekitarnya akan naik.
“Pariwisata itu multiplier effect nya luar biasa. Di kampung-kampung nginepnya di rumah penduduk, mungkin dapat empat ratus ribu semalem, jadi saya sudah berkhayal kalau sport tourism ala Pocari ini hadir di berbagai tempat, perekonomian Jawa Barat yang alamnya indah, pasti akan naik. Sekarang saja kita tumbuh 3,75%, di atas pertumbuhan ekonomi nasional 3,6%,” ujar Ridwan Kamil.
Tidak lupa, Ridwan Kamil menghimbau masyarakat untuk terus berolah raga, namun jangan lupa menerapkan prokes.
“Mari kita bergerak, rebahannya sudah cukup lah ya. Bergerak mengurangi potensi penyakit, potensi kematian. Tapi titip, sebelum deklarasi Covid ini berakhir, ya tentulah protokol kesehatan, khususnya lima ribuan yang akan offline ini, saya titip jangan sampai abai,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Marketing Director PT. Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengatakan peserta lomba sangat antusias dalam mengikuti event Pocari Sweat Run.
“Para pelari itu selalu menunggu dibukanya Pocari Sweat Run. Setiap tahun selalu menanyakan ‘slot nya tidak bisa lebih banyak lagi?’. Dan selalu antri setiap kita membuka pendaftaran. Jadi kita sangat dipacu dengan itu untuk setiap tahunnya mengadakan lebih baik dan lebih besar lagi,” ujar Puspita.
Puspita juga mengatakan, setelah tahun lalu Pocari Sweat Run mendapatkan rekor MURI, tahun ini Pocari Sweat Run berniat memecahkan rekor tersebut.
“Kita diberikan kesempatan untuk berinovasi tahun lalu untuk membuktikan, bahwa meskipun di tengah pandemi, dengan inovasi dan adaptasi, kita tetap bisa melakukan event olahraga. Tahun lalu pesertanya 16.000, itu lebih banyak dari sebelum kita pandemi. Sebelum pandemi kita 10.000, setelah pandemi kita bisa hybrid 16.000,” tutur Puspita.
“Kita ingin menargetkan 20.000 peserta, mungkin nanti secara offline 5.000 dari Bandung, dan untuk hybrid kita akan buka sebanyak-banyaknya minimal 15.000 peserta yang bisa diikuti pelari dari manapun mereka bisa, di kota manapun di seluruh Indonesia, di hari yang bersamaan,” ujar Puspita.
Selain itu kata Puspita pada event kali ini, Pocari Sweat Run akan menggunakan konsep baru yaitu eco frindly event.
“Jadi kita ingin mengajak para runners untuk mulai dulu dari memilah sampah. Jadi belajar cara memilah sampah, mana yang plastik mana yang organik mana yang anorganik. Jadi kita akan edukasi seluruh peserta,” tuturnya.
Co-Founder PT Narasi Media Pracaya, Najwa Shihab yang turut hadir pada virtual press tersebut juga mengatakan Narasi berkolaborasi dengan Pocari Sweat, akan membantu penyelenggaraan event tersebut.
“Salah satunya yang mau kita lakukan adalah kita mau mengajak spesifiknya kaum rebahan. Temen-temen rabahan, ibu-ibu emak-emak, bapak-bapak, semua kalangan, terutama yang belum pernah lari,” ujar Najwa.
Najwa, sebagai salah satu peserta Pocari Sweat Run tahun lalu, memberikan tips bagi perempuan yang ingin ikut kompetisi lari di tengah pandemi.
“Kalau ditanya do and don’tnya, yang pertama, niat. Harus dimulai dengan niat dulu. Kedua, cari teman lari. Karena aku merasa teman lari itu yang bisa saling nguatin, jadi penyemangat. Yang ketiga gak usah banyak mikir. Mulai aja dulu. Jangan kebanyakan nunda-nunda.
Sebetulnya gak perlu terlalu ribet. Ya akan lebih bagus kalau kita tahu tekniknya, akan lebih bagus kalau kita paham bagaimana cara bernafas. Tapi itupun tidak perlu coach tertentu. Lewat youtube, lewat berbagai platform di media sosial kita bisa dapat tips-tips gratis latihan teknik lari dan sebagainya,” ucapnya. (Adi/ Afr)






