Sapi Terpapar PMK Diusulkan Jadi Buffer Stock Daging Pemerintah

Bandung, Brilianews.com – Wakil Komisi Tetap Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yudi Guntara Noor, mengusulkan agar sapi yang terpapar virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dijadikan sebagai buffer stock daging pemerintah.

Dia mengatakan perlunya penugasan oleh Badan Pangan Nasional, kepada Bulog bekerjasama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang memiliki infrastruktur penanganan pemotongan ternak bersyarat PMK.

“Bentuk penugasan diberikan, untuk mengurangi beban risiko ekonomi peternak yang terdampak PMK,” kata Yudi di Jakarta belum lama ini.

Baca Juga  Kota Bandung Miliki Pos Kesehatan Pesantren, Garda Terdepan Kesehatan Santri

Yudi menyampaikan saat ini Bulog masih mengimport daging kerbau dari negara lain yang belum terbebas PMK, yaitu dari India sekitar 80 ribu hingga 100 ribu ton per tahun.

Kendati demikian Bulog memastikan daging impornya bebas dari PMK, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Yudi mengatakan beberapa RPH di Indonesia mampu melakukan hedging penghilangan glandula atau kelenjar, memiliki kapasitas pemotongan 300 ekor per hari dan kapasitas pendingin yang cukup mampu menyimpan daging.

Baca Juga  Gubernur Jabar Ridwan Kamil Kukuhkan 108 Duta Pariwisata

“Jika ini dilakukan oleh Bulog, ini akan menjadi gerakan untuk contingency plan,” ujarnya.

Legislator ini Sampaikan Kiat Memberantas PMK Pada Ternak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membagikan obat untuk ternak dalam upaya menanggulangi wabah PMK.

“Selain membagikan obat, Pemprov Jabar juga menerapkan strategi penanggulangan dengan membentuk gugus tugas seperti saat menghadapi pandemi Covid-19,” katanya. (Afr)