Manfaat Tenaga Nuklir Untuk Kesehatan, Industri dan Pertanian

Kota Bandung, Brilianews.com – Tenaga Nuklir selama ini dipersepsikan negatif, padahal energi yang sangat besar dari tenaga nuklir ini banyak manfaatnya bila diperlakukan secara bijak.

Koordinator Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Abdul Kohar Teguh Eko Prasetyo mengungkapkan, di Indonesia tenaga nuklir banyak digunakan dalam bidang kesehatan, industri, pertanian dan penelitian.

“Dibidang kesehatan, tenaga nuklir digunakan pada rontgen, CT Scan dan radio teraphy untuk pengobatan kanker,” katanya pada Diseminasi Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bandung, Rabu (30/11/2022).

Sementara dibidang industri, tenaga nuklir digunakan pada pabrik kertas dan dibidang pertanian dalam pengembangan bibit padi unggul.

“Tenaga nuklir pada padi digunakan untuk mengubah genetik padi agar bisa panen lebih cepat atau bisa ditanam di tempat kering. Berasnya tetap aman untuk dimakan,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan energi yang dihasilkan tenaga nuklir ini sangat tinggi, sehingga ketika memancar dan terkena sesuatu bisa berinteraksi. Termasuk bila terkena tubuh manusia, bisa merusak sel dalam tubuh.

Baca Juga  Hingga 10 Hari Angkutan Nataru 2024/2025, Ketepatan Waktu Keberangkatan Kereta Mencapai 99,5 Persen

“Karena itulah rontgen tidak boleh sering dilakukan. Dan ketika akan dirontgen, dokter akan menanyakan kapan terahir di rontgen,” ucapnya.

Abdul Kohar menerangkan dengan adanya resiko tinggi dari tenaga nuklir, maka pihaknya melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan nuklir agar tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.

BAPETEN kata dia secara rutin melakukan pengawasan terhadap fasilitas untuk tenaga nuklir seperti ruangan, peralatan, desain ruangan dan pendidikan operator serta perijinan, disamping melakukan inspeksi langsung ke lapangan.

Sampai saat ini, BAPETEN telah menerbitkan 9.300 ijin kepada 3.020 instansi, 550 instansi dengan 1.980 ijin diantaranya dari Jawa Barat termasuk Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Bandung serta RS Hasan Sadikin dan RS Boromeus Bandung.

Lebih lanjut dikatakannya, pemanfaatan tenaga nuklir sudah banyak digunakan mulai dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga  Ridwan Kamil Dukung Program 3D KPU dengan Desa Digital

Berdasarkan hasil inspeksi di lapangan, pihaknya menemukan banyak pengguna tenaga nuklir yang tidak memiliki ijin dari BAPETEN.

“Dalam hal ini, kami melakukan pembinaan sampai mengurus ijin, sedang bagi yang sengaja melanggar dilimpahkan ke kepolisian,” tandasnya.

Abdul Kohar menambahkan, dalam melakukan pengawasan ke seluruh Indonesia, diakuinya sulit dilakukan karena keterbatasan tenaga yang berlisensi.

“Kami hanya memiliki 250 tenaga inspeksi tapi hanya 150 yang berlisensi,” imbuh dia.

Meski demikian tegas dia untuk jaminan keamanan sesuai standard internasional, inspeksi fasilitas tenaga nuklir tetap dilakukan dengan pendekatan bertingkat.

Artinya, tidak semua fasilitas tenaga nuklit dilakukan inspeksi atau kalibrasi setiap tahun tapi ada yang 4 tahun sekali.

“Kita melakukan pendekatan bertingkat untuk resiko paling kecil, tapi untuk radio teraphy karena resiko tinggi harus di kalibarasi setahun sekali,” pungkasnya.(Afr)