Masjid Al Jabbar Siap Diresmikan pada 30 Desember 2022

Bandung, BriliaNews.com – Setelah lima tahun sejak peletakan batu pertama di tahun 2017 oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat dua periode (2008-2013 s/d 2013-2018), Masjid Al Jabbar siap untuk diresmikan pada 30 Desember 2022.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada saat site visit atau peninjauan Masjid Al Jabbar di Gedebage kota Bandung, Senin (26/12/2022).

“Progresnya sudah 97 persen, tiga persennya kita kebut dalam beberapa hari ke dapan. Hari Kamis, saya akan memimpin ribuan PNS kerja bakti operasi semut. Baru hari Jumatnya dari pagi sampai malam kita kegiatan peresmian,” ungkapnya.

Ridwan Kamil menjelaskan, Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 25.997 hektare ini, memiliki konsep yang berasal dari matematika.

“Ada sebuah rumus dan matematika itu identik dengan Al Jabbar. Ilmuan matematika terkenal sedunia kan namanya Al Jabbar. Kemudian Al Jabbar juga nama Asmaul Husna yang kita tuliskan di mimbar, yang artinya agung. Kebetulan juga Al Jabbar juga bisa menjadi singkatan, Jawa Barat,” tutur Ridwan Kamil.

Masjid juga didesain tanpa kolom, sehingga bentuknya sangat megah dan kita menjadi terasa kecil. Suasana didalam terasa nyaman dengan pendingin ruangan (air condition) yang disemprot dari tiang-tiang.

Baca Juga  Ridwan Kamil Minta Perusahaan dan Industri Taati Peraturan PPKM Darurat

“ACnya tidak disemprot dari atas seperti biasanya, tapi dari tiang-tiang yang saya dirikan ini. Jadi seperti di Masjid Nabawi, bisa dipakai untuk Al Quran, tadarus,” ucap Ridwan Kamil.

Ia menambahkan, karena ini mesjid Jawa Barat, konsepnya memiliki pintu-pintu atau tempat dari 27 kota kabupaten.

“Jadi kalau dilihat ini batiknya beda-beda. Ada pintu Majalengka, Ciamis, Garut, dll, jadi 27 wilayah ini terwakili,” tuturnya.

Total kapasitas Masjid Al Jabbar mencapai 50.000 jemaah. Rinciannya, 20.000 untuk di area utama, 2.000-3.000 di bagian atas, dan lebih dari 20.000 di area alun-alun yang juga bisa dimanfaatkan untuk salat berjamaah saat area utama penuh.

Kemudian pada alun-alun ini juga ada tempat wudhu outdoor.

“Jadi ada pilihan mau wudhu seperti biasa masuk ke ruangan atau yang buru-buru juga difasilitasi seperti di Turki,” ucapnya

Dari sisi akses ke kawasan masjid dijelaskannya ada tiga. Dua sudah jadi yaitu dari Cimingkrand dan Gedebage Selatan. Exit tol Km 149 Tol Padaleunyi itu menyusul dalam waktu dekat. Itu sedang diaudit.

Pembangunan Masjid Al Jabbar ini terbagi dalam empat proyek. Proyek pertama adalah masjid. Proyek ke dua di bawah ada museum Rasul bersejarah Islam nusantara, Islam Jawa Barat yang belum bisa digunakan pada saat peresmian.

Baca Juga  MASIH MANTAPKAH JALAN KITA?

“Museum tidak akan dibuka dulu karena masih ada pekerjaan. Mungkin di Bulan Februari, saya baca laporannya,” tuturnya,

Proyek ketiganya adalah danau pengendali banjir di wilayah Gedebage, yang menjadikan seolah masjid ini mengapung di atas air. Dan terakhir adalah proyek taman terbesar yang mengelilingi masjid.

“Kolam retensinya sendiri sudah beres, punya fungsi mengendalikan banjir, walaupun ternyata Gedebage masih banjir. Usahanya sudah, tapi ternyata belum maksimal, jadi kita terus usahakan,” tegas dia.

Ridwan Kamil berharap ke depannya masjid ini bisa mandiri, dengan adanya berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung di sekitar masjid.

“Jadi nanti banyak kegiatan ekonomi. Di bawah ada museum, ada tempat bazaar di alun-alun boleh, ada food court juga. Nanti ada juga paparahuan di kolamnya, mau ada pre wed juga boleh, asal ada nilai ekonominya, supaya mesjid ini mandiri. Dalam 2-3 tahun kedepan masih ada dari APBD, tapi suatu hari harus bisa membiayai sendiri,” tutupnya. (Adi)