Mengusung Program Creating Share Value, Bio Farma Bina 80 Peternak Milenial di Bandung Barat

Kab. Bandung Barat, BriliaNews.com – Bio Farma, induk Holding BUMNN Farmasi, secara berkelanjutan senantiasa menjaga hubungan dengan masyarakat, agar kehadiran Bio Farma selalu dirasakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Mengusung program community development dan creating share value (CSV), Bio Farma membina peternak generasi milenial melalui program Social Enterpreneurship Peternak Milenial.

“Melalui program Social Enterpreneurship Peternak Milenial, Bio Farma membina 80 peternak generasi milenial yang berasal dari 3 kelompok ternak di Desa Mandalamukti, Ciptagumati, dan Cipada Kabupaten Bandung Barat,” kata Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir di Bandung, Sabtu (14/1/2023).

Honesti menjelaskan, pembinaan ini berbentuk kegiatan atau pendampingan, untuk penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Menurutnya peternak milenial memiliki potensi yang bisa dikembangkan, sehingga dapat menjadi roda penggerak pengembangan kapasitas dan kapabilitas masyarakat bidang peternakan di wilayahnya.

Namun para peternak milenial dihadapkan pada kendala, dalam mendapatkan rumput untuk pakan ternak mereka.

“Permasalahan yang teridentifikasi oleh Bio Farma adalah para peternak kesulitan mendapatkan rumput untuk pakan ternak, hingga harus mencari ke luar kota. Hal ini akan berpengaruh terhadap biaya operasional pemeliharaan, kualitas peternakan dan kuantitas yang dihasilkan,” tutur Honesti.

Baca Juga  Daddy Rohanady Sebut Kemantapan Jalan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Honesti berharap Program Re-Grass & Sustainability Village yang di implementasikan kepada Kelompok Ternak Domba & Kambing Azkia Raya di desa Mandalamukti, dapat disebarkan kepada Kelompok Ternak Domba Bale Sawargi Desa Cipada Kecamatan Cikalong Wetan, dan Kelompok Ternak Domba Panglipur Galih Desa Ciptagumati Kecamatan Cikalong Wetan.

“Selain kelompok masyarakat pengembangan rumput ini juga melibatkan Dinas Peternakan, Universitas Padjajaran dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra kerjasama startegis, sehingga mampu menciptakan rumput yang memiliki kandungan nutrisi tinggi bagi peternak dan mampu meningkatkan nilai ekonomi, pendidikan, lingkungan dan sosial yang lebih seimbang,” ucap Honesti.

“Selanjutnya, apabila peternak telah mandiri dalam hal pakan maka akan memiliki waktu luang dikarenakan waktu untuk mencari pakan sudah tidak lama dan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kegiatan perekonomian baru. Kegiatan perekonomian baru tersebut dapat menjadi diversifikasi produk sebagai dampak positif dari program Re-Grass & Sustainability Village bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Bey Machmudin : Sekda Jabar Definitif Diumumkan pada 3 Oktober 2023

Sementara itu Kepada Divisi TJSL, Tjut Vina Irianti, menyampaikan disamping memberikan berbagai pelatihan dalam perbaikan kualitas hewan ternak, Bio Farma juga melakukan community development agar peternak milenial binaan Bio Farma mampu bersaing di era 4.0.

“Kami memberikan pembinaan dalam aspek pengelolaan media sosial dan pemanfaatan E-commerce, sehingga para peternak milenial selain memilki kemampuan beternak juga dapat memaksimalkan penggunan digital sebagai sarana dalam peningkatan promosi dan penjualan serta tentunya memberikan manfaat edukasi sehingga dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat khususnya generasi milenial lainnya,” ungkap Tjut Vina.

Bio Farma memperkenalkan konsep Business to Business kepada peternak milenial yang merupakan “agent of change” didesanya, sehingga mereka memiliki kemampuan bernegosisasi yang baik.

“Pakan hewan ternak yang berkualitas menghasilkan hewan yang memiliki daya jual yang baik. Saat ini Peternak Milenial sudah mulai menemukan partner bisnis, yaitu UMKM yang bergerak dibidang usaha jual beli ternak domba serta kuliner,” tutup Tjut Vina. (Adi)