Kominfo Rilis Hasil Survei Indeks Literasi Digital Tahun 2022

Jakarta, BriliaNews.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika merilis hasil survei Indeks Literasi Digital Tahun 2022.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A Pangerapan menyatakan berdasarkan hasil survei, Indeks Literasi Digital Kominfo 2022 meningkat sekitar 0,05 poin.

“Hasil survei Indeks Literasi Digital Kominfo 2022 menunjukkan peningkatan 0.05 poin, dari sebelumnya 3,49 sekarang jadi 3,54 angka agregat,” jelasnya belum lama ini.

Kenaikan itu kata Samuel lebih dominan dalam aspek budaya digital dan etika digital.

Namun untuk aspek kemanan digital, masih membutuhkan perhatian dan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan.

Semuel menyatakan secara umum ada peningkatan dari aspek budaya digital dan etika digital, sekarang ada di angka 3,48. Sedangkan untuk digital skill-nya masih berada di sekitaran 3,52. Etika digital juga mengalami peningkatan 3,68.

Baca Juga  Kota Bandung Sepakat Pengiriman Sampah ke Sarimukti Dikurangi

“Ini adalah hasil yang kita dapatkan dari tahun lalu kita adakan survey,” tuturnya.

Sementara dari aspek indeks keamanan (safety) masih perlu diperhatikan karena masih rendah.

“Nilainya baru 3,12, makanya banyak fenomena di masyarakat,, seperti misalnya banyak tertipu dan terpedaya oleh orang-orang yang punya niatan jahat,” tuturnya.

Sejak tahun 2020, Kementerian Kominfo telah melalukan tiga kali survei Indeks Literasi Digital Nasional. Dirjen Semuel menyatakan survei itu ditujukan untuk mengetahui status literasi digital.

“Hasil pengukuran kita bagi dengan wilayahnya. Bagaimana di wilayah-wilayah tertentu, memang ada perbedaan. Kalau kita lihat misalnya di Jogja, literasi digital masyarakatnya 3,64. Begitu pula di Kalimantan Barat, jumlahnya sama. Ketiga adalah Kalimantan Timur dan keempat Papua Barat, masing-masing mendapat nilai 3,62. Selanjutnya, di urutan lima ada Jawa Tengah dengan tingkat literasi digital masyaraktnya sebesar 3,61,” jelasnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Kalau Masih Ada Mafia Tanah, Gebuk!

Ia menambahkan hasil survei juga menunjukkan upaya peningkatan literasi digital masyarakat di setiap provinsi, hal itu dibutuhkan agar program literasi digital bisa tepat sasaran.

“Tujuan pengukuran ini untuk mengetahui pemahaman literasi digital masyarakat di Indonesia. Kita ingin tahu petanya di mana saja yang perlu dilakukan literasi digitalnya untuk ditekan lebih masif lagi,” tandasnya.
(Afr)