Kota Bandung, BriliaNews.com – Sebanyak 42 siswa Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Kementerian Luar Negeri, baru-baru ini mengunjungi Bio Farma di jalan Pasteur kota Bandung.
Kunjungan calon Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri Lintang Paramitasari,
diterima oleh Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi.
Menurut Wakil Direktur Utama Bio Farma, Soleh Ayubi, kunjungan ini sangat bermanfaat untuk menjelaskan bagaimana pemahaman baru mengenai cara kerja sebuah industri farmasi.
Hal ini tentu akan membantu para diplomat muda ketika menjalankan tugas, terutama dalam mendiseminasikan informasi dan memahami audiens.
“Bio Farma telah banyak di support oleh rekan-rekan dari Kemlu, selain dari sisi diplomasi vaksin, juga banyak dibantu untuk mengeksplor potential collaboration dengan beberapa perusahan lewat jalur diplomasi,” katanya dikutip dari rilis Bio Farma, Jum’at (17/3/2023).
Menurut Soleh Ayubi, dalam mengembangkan berbagai inovasi produk baru, Bio Farma mengeksplor kolaborasi dengan berbagai pihak internasional.
Dari sisi kolaborasi non bisnis, Bio Farma juga punya hubungan yang cukup erat dengan UNICEF, PATH dan DCVMN. “Sehingga harapannya kita tidak berhenti disitu, kami akan mencoba mengeksplorasi kolaborasi, menguatkan kehadiran market kita di luar negeri, tentunya kita membutuhkan kolaborasi dari kemlu,” ucapnya.
Sementara itu Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri Lintang Paramitasari menyatakan
bangga dengan Bio Farma, karena telah menjadi produsen vaksin di kancah dunia.
“Bio Farma telah menjadi kebanggaan Indonesia dan menorehkan sejarah besar untuk Indonesia, dengan menjadi produsen vaksin di Dunia. Ada 42 calon diplomat muda yang akan membantu Bio Farma di masa mendatang, untuk mempromosikan dan menyambungkan kolaborasi dalam transfer teknologi,” ujarnya.
“Kami melihat banyak ancaman penyakit menular dan kami ingin Bio Farma menjadi garda terdepan dalam menjadi ketahanan dalam bidang kesehatan, ” sambungnya.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Indonesia berkontribusi bagi dunia kesehatan, baik nasional maupun internasional. Sekolah Dinas Luar Negeri (sebelumnya dinamakan Akademi Dinas Luar Negeri disingkat ADLN), adalah program pendidikan dan pelatihan fungsional Diplomat dasar pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang baru direkrut melalui penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, untuk menempati posisi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK).
(Adi)






