Kota Bandung, BriliaNews.com – Pemprov Jawa Barat dibawah kepemimpinan Gubernur/ Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/ Uu Ruzhanul Ulum, terus berupaya meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Menengah Atas dan Sederajat.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Jabar tahun 2022, APM Sekolah Menengah Atas dan Sederajat mencapai 83,68 persen.
Untuk meningkatkan APM SMA dan Sederajat tersebut, Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat, akan mengantisipasi berbagai kendala yang menghambat peningkatan APM.
Adapun hal yang perlu diantisipasi antara lain peningkatan angka anak putus sekolah atau Drop Out /DO.
Hal itu dapat dilakukan dengan memaksimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya, pada rapat kerja dengan Komisi V DPRD provinsi Jawa Barat, di gedung DPRD jalan Diponegoro kota Bandung, baru -baru ini.
Menurut Wahyu Mijaya, banyak faktor yang menjadi penyebab anak DO dari sekolah. Salah satunya karena keterbatasan Ekonomi orang tua siswa.
Guna mengatasi hal itu, telah disiapkan berbagai solusi diantaranya melalui fasilitasi program SMA terbuka dan PKBM .
“Melalui dukungan program tersebut kami berharap angka DO bagi siswa usia sekolah dapat ditekan,” ujarnya.
Terkait keberadaan PKBM, dijelaskannya tersebar di berbagai daerah, bahkan sampai di daerah pelosok.
Sesuai tupoksi, pembinaan PKBM , merupakan tanggung jawab Kabupaten/Kota, termasuk teknis penyelenggaraan pendidikan dan Kegiatan Belajar Mengajar.
Peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan memberikan hibah untuk penyelenggaraan PKBM tersebut.
“Kegiatan Belajar Mengajarnya dapat berupa Paket A, Paket B dan Paket C, ” pungkasnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






