Kembangkan Bahan Baku Obat Tradisional, Kimia Farma Jalin Kerjasama dengan Sinopharm

Bandung, BriliaNews.com – Biofarma Group melalui anak usahanya Kimia Farma membuat Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sinophram di Beijing Tiongkok, dalam pengembangan Bahan Baku Obat (BBO), Traditional Chinese Medicei (TCM) dan Project Platform TB.

Nota Kesepahaman tersebut ditandantangani oleh Direktur Utama KAEF, David Utama dan President Sinopharm International, Zhou Song dan disaksikan oleh Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir dan Chairman of Sinopharm, Liu Jingzhen.

Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir mengatakan, Biofarma Group telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan global, sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan kesehatan farmasi nasional.

Saat ini produk dan layanan Biofarma Group, telah digunakan oleh lebih dari 150 negara.

“Kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan global, diantaranya Perusahaan Farmasi Inggris, Profactor Pharma untuk pengembangan blood product Recombinant Factor VIII, Google Cloud, Fitbit dan Connectedlife pada inisiatif kesehatan digital baru, dan dengan MSD, untuk memproduksi secara lokal vaksin 4-valent human papillomavirus (HPV), sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi,” kata Honesti dalam keterangan resminya, Jum’at (14/4/2023).

Baca Juga  Presiden Akan Umumkan Transisi Pandemi Covid-19 ke Endemi Akhir Juni 2023

Menurut Honesti, penandatanganan MOU antara KAEF dengan Sinopharm ini merupakan kesempatan baik bagi Biofarma Group, untuk terus menjaga ketahanan kesehatan bangsa.

“Hal ini sejalan dengan salah satu program utama Kementerian Kesehatan, yaitu meningkatkan ketahanan kefarmasian dan alat Kesehatan,” ujarnya.

Salah satu agenda peningkatan ketahanan sektor farmasi, adalah meningkatkan pemenuhan kebutuhan Bahan Baku Obat (BBO)/Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia, produk biologi dan vaksin produksi dalam negeri.

Baca Juga  Untuk Ketujuh Kalinya, Bio Farma Raih Penghargaan PROPER Kategori Emas

“Vaksin IndoVac produksi Bio Farma merupakan salah satu hasil nyata kemandirian industri farmasi nasional, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sembilan puluh persen,” paparnya.

Sementara itu Direktur Utama KAEF, David Utama menuturkan, kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Kimia Farma dengan Sinopharm yang telah terjalin baik saat penanganan Covid-19.

Kimia Farma mendukung ketahanan Kesehatan nasional, salah satunya dengan penguatan dan percepatan Bahan Baku Obat (BBO).

“Saat ini Kimia Farma telah memproduksi 14 BBO dan kita akan terus tingkatkan,”ujar David.

David menambahkan kesepakatan ini merupakan bentuk hubungan bilateral kedua negara, untuk meningkatkan dan mendorong transformasi industri Kesehatan.

(Adi)