Jakarta, BriliaNews.com – Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir memenuhi undangan Presiden RI Joko Widodo ke Istana Negara, pada acara Penyerahan Zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2023.
Bio Farma bersama beberapa BUMN lainnya diundang ke istana, karena dinilai konsisten mendukung program Zakat nasional.
Dalam sambutannya Kepala Negara mengingatkan umat Islam akan pentingnya berzakat, sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
Preside menyebut hasil dari pengumpulan zakat ini, untuk membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan.
Oleh karena itu, Presiden mengimbau kepada seluruh umat Islam, untuk berpartisipasi dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dengan menunaikan kewajiban berzakat melalui amil zakat resmi.
“Saya menghimbau kepada seluruh umat islam, aparat negara, BUMN, untuk menunaikan kewajiban zakatnya melalui BAZNAS. Sehingga, dana zakat dapat dikelola secara profesional, ” tuturnya.
Menurut Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Bio Farma sudah rutin mengelola Zakat Infak Shodaqoh (ZIS) karyawannya, sebagai wujud komitmen serta menindaklanjuti surat edaran dari Menteri BUMN tentang Optimalisasi Penyaluran Zakat Insan BUMN. Bio Farma juga menerbitkan peraturan direksi tentang Pengelolaan Zakat Karyawan.
Zakat penghasilan dari karyawan disampaikan kepada UPZ Biofarma Group, untuk selanjutnya disalurkan melalui Baznas
“Salah satu nilai lebih yang dimiliki Bio Farma, adalah Peraturan Direksi yang mengatur tentang pengelolaan zakat penghasilan karyawan. Kami membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Biofarma Group yang merupakan tim khusus yang bertugas mengelola zakat penghasilan dari karyawan Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma, agar penyaluran zakat lebih optimal dalam mendukung pengembangan masyarakat eknomi syariah,” ujar Honesti dalam keterangan resminya, Minggu (2/4/2023).
Ia menambahkan, pada tahun 2022 zakat penghasilan karyawan yang terkumpul sekitar Rp1,2 miliar. “Sesuai ketentuan, sebanyak 30 % disampaikan ke Baznas dan 70% disalurkan secara mandiri oleh UPZ Bio Farma,” tambah Honesti
Ketua Baznas Noor Achmad MA melaporkan, dana Zakat Infak Sedekah (ZIS)-Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) yang terkumpul secara nasional di tahun 2022, mencapai Rp22,4 triliun meningkat 58,03 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut juga terjadi pada pengumpulan zakat yang dihimpun oleh Baznas.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh BUMN, karena sudah menjadi Unit Penerimaan Zakat (UPZ) dari BAZNAS. Zakat yang disalurkan oleh BAZNAS juga selaras dengan program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






