Bandung, BriliaNews.com – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup, Prof.Dr.Satyawan Pudyatmoko, memberi nama Gantari pada anak tapir yang lahir di Bandung Zoo.
Anak tapir betina ini lahir beberapa waktu yang lalu, merupakan anak tapir kesepuluh yang lahir di Bandung Zoo.
Bandung Zoo adalah kebun binatang tersukses dalam breeding tapir di Indonesia.
Dalam waktu dekat Bandung Zoo berencana melakukan tukar menukar tapir dengan LK lain.
Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari Bisma Bratakusuma berharap anak tapir ini tumbuh dewasa dan menjadi indukan tapir untuk di breeding kemudian. Saat ini Bandung Zoo sudah memiliki tapir keturunan F2, artinya di masa depan akan lahir keturunan dari indukan F3 dan F4.
“Kami berencana untuk melakukan proses breeding tapir ini sebagai salah satu fokus dari Bandung Zoo” ujarnya, Selasa (20/6/2023).
Menurut Bisma, manajemen Bandung Zoo terus melakukan perbaikan kandang-kandang. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesejahteraan pada satwa sesuai dengan aturan animal walfare atau kesejahteraan satwa.
“Kami sudah membangun hampir 40% lebih dan kami terus melakukan perbaikan pada kandang-kandang lama. Kami akan mencoba merawat satwa di sini dengan sebaik mungkin. kami pun memiliki SDM yang berkualitas, paramedik yang juga profesional. Dengan demikian kami bisa menjaga kualitas hidup dari seluruh satwa kami”, papar Bisma.
Kedepan Bandung Zoo akan melakukan pengembangan pada proses breeding beberapa satwa yang lain. Selain tapir, binturung adalah salah satu yang tersukses. kemudian ada juga bangau tong tong, beruang dan juga jenis-jenis burung.
Pewarta : Adi
Editor : Didu






