Rektor UPI M. Solehuddin : Guru Besar Dapat Perkuat Rekognisi UPI di Tingkat Nasional Maupun Internasional

Kota Bandung, BriliaNews.com – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, mengukuhkan 8 guru besar.

Pengukuhan dilakukan dalam 2 hari pada Selasa dan Rabu (6-7/6/2023) di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Setiabudhi Kota Bandung.

Dengan pengukuhan 8 guru besar tersebut, jumlah guru besar UPI saat ini sekitar 150 orang atau 10 % dari total dosen yang dimiliki UPI.

“Total jumlah guru besar saat ini sekitar 10% dari 1.500 an jumlah dosen. Ini sudah memenuhi target. Target kita itu 10-12 %. Itu adalah kondisi ideal ,” kata Prof. M. Solehuddin kepada wartawan, usai pengukuhan Guru Besar, Selasa (6/6/2023).

Rektor berharap kehadiran para Guru Besar ini akan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) UPI, sehingga menjadi salah satu asset yang bisa mengundang pihak lain untuk berkunjung dan merekognisi UPI.

“Saya harap dengan keahlian masing-masing (Guru Besar), bisa menjadi salah satu daya tarik untuk memperkuat rekognisi masyarakat luar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perguruan Tinggi itu terkenal, bukan karena pejabatnya, Rektornya atau Dekannya tapi karena Guru Besarnya,” ucap Rektor.

Delapan Guru Besar yang dikukuhkan pada hari peryama yakni

  • Prof. Dr. Drs. Aceng Kosasih, M.Ag, Guru Besar/Profesor bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
  • Prof. Dr. Komarudin, M.Pd, Guru Besar/Profesor bidang Ilmu Psikologi Olahraga pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.
  • Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Guru Besar/Profesor bidang pada Bidang Ilmu Sejarah pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan
  • Prof. Agus Rusdiana, S.Pd., M.A., Ph.D, Guru Besar/Profesor bidang Biomekanika Olahraga pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

Baca Juga  Antisipasi Resesi 2023, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal

Sedang pengukuhan Guru Besar dihari kedua masing-masing

  • Prof. Dr. Dra. Sri Setyarini, M.A.Ling, Guru Besar/ Profesor bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra.
  • Prof. Vina Adriany, M.Ed., Ph.D, Guru Besar/ Profesor bidang Ilmu Pendidikan Anak Usia Dini dan Gender pada Fakultas Ilmu Pendidikan
  • Prof. Ahmad Bukhori Muslim, S.Pd., M.Ed., Ph.D, Guru Besar/ Profesor Bidang Ilmu Linguistik Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra
  • Prof. Dr. Leli Halimah, M.Pd, Guru Besar/ Profesor dalam Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum pada Kampus UPI di Cibiru.

Prof. Agus Rusdiana, S.Pd., M.A., Ph.D, Guru Besar/Profesor bidang Biomekanika Olahraga pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, dalam pidato pengukuhannya mengangkat pemikiran tentang
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam keolahragaan.

Prof. Agus Rusdiana mengungkapkan, teknologi Artificial Intelligence (AI)
memberikan dampak yang signifikan dalam perkembangan kemajuan olahraga saat ini.

Dalam bidang sport analysis performance dan sport biomechanics, AI banyak digunakan dalam menganalisis data kinerja atlet, baik selama latihan maupun pertandingan.

Baca Juga  Salah Satu Penyumbang Inflasi, Jabar Dorong Peningkatan Produksi Bawang Merah

“Dengan memanfaatkan sensor, kamera, motion capture system dan perangkat pelacakan, AI dapat mengumpulkan data tentang gerakan, kecepatan, kekuatan, dan teknik atlet,” katanya.

Data tersebut kata Agus Rusdiana kemudian dianalisis untuk memberikan wawasan tentang kinerja atlet dan membantu dalam perbaikan teknik dan strategi.

AI juga dapat menganalisis data pertandingan dari tim lawan dan memberikan wawasan tentang pola permainan, kelemahan, dan kekuatan mereka.

Hal ini membantu pelatih dan manajer dalam merencanakan taktik dan strategi yang lebih efektif.

AI juga dapat memberikan rekomendasi taktik selama pertandingan berlangsung, berdasarkan real time data analysis.

“Dalam bidang sport injury and rehabilitation, AI dapat membantu dalam pencegahan cedera atlet dengan menganalisis data kesehatan dan pola latihan mereka. Selain itu, AI juga dapat memberikan rekomendasi tentang manajemen pemulihan yang optimal setelah cedera, berdasarkan pemantauan dan analisis data pemulihan atlet,” ujarnya.

Menurut Agus Rusdiana, AI kini banyak dimanfaatkan dalam mengidentifikasi bakat atlet potensial di masa depan, dengan memanfaatkan berbagai sumber data fisiologis, psikologis, anatomis, biomotorik, antropometrik, dan genetik.

“Hal ini tentu dapat membantu cabang olahraga, ketika akan melakukan investasi terhadap pemain tertentu di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida